oleh

Uncen Bantu Kaji Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak di Mamberamo Raya

-Artikel-442 views

kitorangpapuanews.com — Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) Kabupaten Mamberamo Raya melakukan sosialisasi hasil kajian rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang perlindungan perempuan dan anak dari tindakan kekerasan. Kepala Dinas PPPA Kabupaten Mamberamo Raya, Isebel Sience Weyasu mengatakan hasil kajian raperda yang disosialisasikan adalah hasil kajian bersama antara Dinas PPPA Kabupaten Mamberamo Raya dan akademisi dari Universitas Cenderawasih (Uncen), sesuai dengan undang-undang nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT dan undang-undang nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Menurut Weyasu, hasil kajian akan segera disampaikan ke DPRD Kabupaten Mamberamo Raya, untuk dihasilkan satu perda yang dapat memberikan perlindungan kepada anak dan perempuan, karena hingga saat ini kasus kekerasan di Mamberamo Raya masih cukup tinggi. “Jika perda ini ditetapkan, kami berharap tidak ada lagi kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Mamberamo Raya,” kata Weyasu, Jumat 28 Februari 2020.

PPPA Kabupaten Mamberamo Raya akan melakukan sosialisasi pada setiap kampung, agar masyarakat dapat memahami tentang raperda itu. Ditempat yang sama, Asisten I Setda Kabupaten Mamberamo Raya, Yusup Mayabubun memberikan apresiasi terhadap kajian raperda yang dilakukan oleh Dinas PPPA Mamberamo Raya dan Uncen. “Harus ada aturan tegas bersama untuk menekan angka kekerasan anak dan perempuan,” jelasnya.

Sementara itu Yvonne de Quelyoe, seorang akademisi dari pusat studi pembangunan kampung dari Uncen menyebutkan hasil kajian yang dilakukan untuk ditampilkan dalam naskah akademik yang antara lain bentuk-bentuk korban kekerasan yang terjadi di Kabupaten Mamberamo Raya dengan disertai cara penanganan, serta solusi. “Dalam Perda sudah dibuat tahapannya, sehingga ketika terjadi kasus kekerasan, sudah dapat dipahamai apa yang harus dilakukan oleh pihak terkait,” jelas Yvonne.

News Feed