oleh

Papua Status Siaga Darurat Corona, Warga Diimbau Hindari Keramaian

-News, Publik-549 views

Kitorangpapuanews.com– Pemerintah Papua menetapkan status Siaga Darurat Corona terhitung sejak 17 hingga 31 Maret mendatang. Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) pun telah dirumahkan atau berkantor di rumah sementara waktu.

“Sampai hari ini kita belum dapat sampel dari Jakarta terkait beberapa pasien (suspect corona) yang diambil sampelnya, maka sampai hari itu status kita masih siaga darurat,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Hery Dosenain kepada wartawan di Jayapura, Selasa (17/3).

Hery menegaskan Pemerintah Papua tidak meliburkan pegawainya, melainkan mengintruksikan para pegawai melakukan aktifitas kerjanya di rumahm tanpa datang ke kantor. Langkah ini untuk mencegah penyebaran virus corona di Papua.

“Tidak ada libur, tapi ASN bekerja di rumah masing-masing, dia tetap kerja pelayanan publik. Sekarang kan disampaikan tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya, jadi untuk beberapa hari ini, kita ikuti perintah bapak Presiden (Joko Widodo) dan juga ederan dari Menpan, Mendagri,” terang Hery.

Pemerintah Papua berencana akan membahas kembali kebijakan meliburkan seluruh siswa di Papua karena dikhawatirkan akan berdampak pada perkembangan belajar siswa kemudian hari. Pembahasan kebijakan libur sekolah ini mengingat tidak seluruh wilayah di Papua dapat mengakses internet.

“Memang banyak kota-kota di luar Papua menggunakan internet sebagai sarana belajar, (akan) tetapi kita di Papua sangat disayangkan menjadi kendala. Nanti sebentar setelah ditandatangani oleh bapak wakil gubernur agar tolong disampaikan,” tegasnya seraya akan segera mengeluarkan surat edarah khusus yang diperuntukan bagi seluruh sekolah.

Hery mengimbau seluruh pegawai maupun warga untuk menghindari keramaian sepanjang status siaga darurat corona diberlakukan. “Secara otomatis akan berdampak ke perekonomian, namun keselamatan jauh lebih penting,” tuturnya.

Diketahui, tiga rumah sakit di Papua telah mengisolasi empat pasien suspect corona. Mereka masih dalam pengawasan karena mengalami gejala mirip virus yang pertama kali mewabah di Kota Wuhan, Cina.

Dua pasien dalam pengawasan RSUD Merauke, satu pasien dalam pengawasan RSUD Biak dan satu pasien dalam pengawasan RSUD Jayapura. Dua dari total pasien yang diisolasi merupakan pasangan suami istri.

News Feed