oleh

Natalis Tabuni (Bupati Intan Jaya) : Tidak Ada Korban Jiwa dari Masyarakat Sipil

-Artikel, Berita-552 views

Kitorangpapuanews.com—  Pada umumnya, Bupati Kabupaten Intan Jaya, Natalis Tabuni mengatakan, tidak ada kejadian yang luar biasa, tetapi mereka tetap mengungsi karena takut dan trauma. Mereka kelaparan karena mereka tidak bisa masuk ke kebun atau ambil kayu bakar di hutan.

Pemerintah Daerah, tambah Bupati, mendukung masyarakat bahwa TNI/Polri dengan OPM silahkan baku tembak, tetapi pemerintah siap melakukan upaya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat

“Karena mereka antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, mereka tidak berani masuk ke kebun dan ambil kayu bakar di hutan. Karena mereka hindari salah sangka dan salah pengertian dari TNI/Polri maupun OPM,” ujarnya.

Bupati Kabupaten Intan Jaya, Natalis Tabuni mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat dan tokoh di kantor bupati Sugapa, Intan Jaya, Papua.

Pertemuan antara Forkompimda, DPRD, pimpinan TNI dan Polri, tokoh agama, bersama kepala desa dari beberapa kampung terdampak akibat baku tembak yang terjadi beberapa waktu lalu. 

Dalam pertemuan tersebut, setelah menerima laporan dari semua pihak, kata dia, dapat disimpulkan bahwa  sejak baku tembak antara TNI/Polri dan OPM terjadi pada 17 Desember sampai dengan tanggal 27 Desember tidak ada korban di pihak masyarakat sipil, baik di Kulapa, Ndugusia, Bulapa, Nggamagae dan Ugimba.

“Tadi itu semua ungkapan disampaikan kepada kami dan kami sudah identifikasi semuanya. Lalu kesimpulannya bahwa korban nyawa di pihak sipil tidak ada. Tidak ada penyiksaan, tidak ada pengrusakan atau penghancuran rumah warga, tetapi mereka trauma dan ketakutan atas OPM yang membuat mereka mengungsi” ungkap Tabuni.

“Akhirnya kami mendukung masyarakat, silahkan baku tembak tetapi, kami fokus memberikan rasa aman kepada masyarakat agar tidak ada korban karena lapar, dan kami juga berikan pemahaman kepada masyarakat supaya tidak boleh lari ke hutan, tidak boleh keluar malam hari,” jelasnya.

Ia meminta agar masyarakat tidak lari ke hutan, dan kalau ada insiden lagi, masyarakat disarankan untuk berkumpul di satu tempat dan komunikasi dengan pemerintah daerah.

“Kami juga meminta gar masyarakat yang takut dan mengungsi bisa kumpul di balai desa, sekolah dan gereja lalu komunikasi dengan kami,” ujarnya.

Untuk diketahui, Akibat baku tembak yang terjadi pada 17 Desember tersebut, 11 orang luka berat dan 8 orang Separatis KKSB OPM mati ditembak oleh TNI-Polri. 

Kontak tembak terjadi sejak tanggal 17 Desember kemarin di Kampung Kulapa, Hitadipa dan di Kampung Bulapa, Yoparu, Distrik Sugapa..

 

News Feed