oleh

Demi Keselamatan Warga, Aparat Pisahkan Warga Sipil Agar Tidak Dijadikan Tameng Oleh Kelompok Teroris

Kitorangpapuanews.com – Setelah KKB ditetapkan sebagai teroris, aparat berhasil memisahkan kelompok tersebut dengan warga sipil. Langkah pemisahan ini dilakukan agar warga sipil tidak dijadikan tameng seperti yang selama ini kelompok tersebut sering lakukan.

“Cara memisahkan itu artinya agar teroris tidak menjadikan masyarakat atau warga sipil menjadi tameng, kan mereka tuh sering masuk ke masyarakat lalu melakukan kekacauan, lalu masyarakat dijadikan tameng.” Ujar Mahfud MD, Rabu (19/05/2021)

Mahfud mengatakan saat ini telah diidentifikasikan beberapa markas kelompok teroris Papua. Dimana dalam penindakan itu Mahfud menegaskan bahwa aparat keamanan sangat menerapkan kehati-hatian karena masih ada warga sipil di markas tersebut.

“Nah sekarang itu sudah diidentifikasikan , ada tempat antara 4 atau 5 tempat tertentu yang sebagainya sudah mulai dikuasai dan itu juga pun sudah disisir secara hati-hati. Jangan-jangan ditempat itu ada warga sipil juga” jelasnya.

Kemudian teknis pemisahan antara teroris Papua dan warga sipil sudah diatur oleh aparat terkait. Jadi tidak ada warga sipil yang menjadi korban.

“Jadi kita identifikasikan orangnya, kita sudah diskusi dengan Sesmen dan Deputi I. Teknis memisahkannyapun sudah diatur, ada kepastian sekian persen, tembakan tidak menyasar orang lain, baru dilakukan, seperti itu sehingga tidak ada warga sipil yang kena” jelasnya.

Mahfud Kembali menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan langkah tepat agar warga sipil tidak menjadi korban dan tidak dijadikan tameng oleh kelompok teroris Papua.

“Jadi seperti itu cara memisahkannya, kita identifikasi orangnya, lihat tempatnya markasnya, kan sudah ada dua atau tiga yang sudah dikuasai aparat kita” tegasnya.

News Feed