oleh

Yanto Eluay Ajak Masyarakat Papua Untuk Bersama-Sama Berdoa Untuk Lupakan Peristiwa Masa Lalu

Kitorangpapuanews.com – Presidium Putra Putri Pejuang Pepera (P5) resmi dideklarasikan di Pendopo Igwa-igwa Ondikeleuw Haleufoiteuw Hele Wabhouw Obhe Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (28/10/2020).

Wadah perhimpunan P5 ini dicetuskan oleh tokoh adat Sentani, Yanto Eluay yang juga merupakan putra dari mendiang ketua Presidium Dewan Papua, Alm. Theys Hiyo Eluay.

Disela-sela deklarasi P5 ketika disinggung mengenai persoalan sejarah tentang luka masa lalu sosok ayah Alm. They Eluay yang pernah menjadi tokoh adat dan dielukan oleh rakyat.

Yanto Eluay menegaskan bahwa sebagai orang yang beragama haruslah bisa memaafkan kejadian tersebut.

Menurutnya, masyarakat Papua harus belajar melupakan luka masa lalu dan jangan menyimpan amarah atas peristiwa masa lalu.

Yanto Eluay mengajak masyarakat Papua untuk bersama-sama berbicara mengenai Papua dalam konteks perdamaian dan jangan menyimpan amarah atas peristiwa yang terjadi di masa lalu.

“Marilah kita sama-sama, bicara Papua dalam konteks perdamaian tanah Papua yang damai, Harus kita menghilangkan dendam, amarah atas peristiwa yang terjadi di masa lalu,” ujarnya.

Yanto Eluay juga berharap masyarakat Papua secara bersama-sama berdoa untuk menyimpan kemarahan akan yang terjadi di masa lalu.

“Saya harap semua masyarakat Papua, untuk bersama-sama berdoa melupakan masa lalu, jangan lagi menyimpan kemarahan,” harapnya. [ KLd]

News Feed