oleh

Yan Mandenas Minta TPNPB-OPM Hentikan Kekerasan & Jangan Jadikan Masyarakat Sebagai Korban

Kitorangpapuanews.com – Anggota Komisi I DPR RI Bidang Pertananan, Yan Permenas Mandenas meminta kelompok TPN OPM yang bermarkas di Kabupaten Intan Jaya, Papua, menghentikan kekerasan, yang berujung jatuhnya korban jiwa.

Ia berharap agar kelompok TPNPB-OPM yang mengklaim perbuatan mereka atas nama perjuangan, lebih mengedepankan ruang-ruang dialog ketimbang aksi kekerasan yang telah mengakibatkan masyarakat menjadi korban.

“Saya tidak ingin menyudutkan siapa pun. Tapi jangan jadikan masyarakat sebagai korban. Hentikan kekerasan. Ada ruang dialog yang bisa digunakan, ketimbang aksi tembak menembak antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) dengan aparat TNI dan Polri,” ujarnya.

Anggota Fraksi Gerindra ini mengklaim terus memantau dan berdiskusi dengan rekan-rekannya di Komisi I DPR RI, mengenai apa yang terjadi di Papua khususnya di Kabupaten Intan Jaya.

“Tadi, kita juga kaget mendengar tiga orang rombongan dari tim pencari fakta bentukan Menkopolhukan terkena tembakan. Ini harusnya tidak terjadi. Apalagi salah seorang tim merupakan dosen UGM. Kita berharap ketiganya lekas sembuh dan permasalahan di Intan Jaya segera terselesaikan,” ungkap Yan Mandenas.

Yan Mandenas mendesak agar kelompok kriminal bersenjata untuk melalukan gencatan sejata, agar tak ada lagi korban atas konflik yang terjadi di Papua khususnya di Intan Jaya.

“Intan Jaya harus kembali kondusif. Tidak boleh ada aksi balas dendam. Lihat sudah ada masyarakat menjadi korban, bahkan hamba Tuhan serta prajurit TNI. Kedepan siapa lagi yang dijadikan korban,” tegasnya.

Sebatas diketahui, tiga orang dalam Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya ditembak kelompok kriminal bersenjata dalam perjalanan pulang dari Distrik Hitadipa menuju Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya, Jum’at (09/10).

Selain melakukan penghadangan, kelompok kriminal bersenjata juga melakukan penembakan terhadap tim TGPF, akibatnya tiga orang terluka yakni Bambang Purwoko – Dosen UGM tertembak pada pergelangan kaki kiri dan pergelangan tangan kiri. Kemudian, Sertu Faisal Akbar – Satgas Apter Hitadipa luka tembak di pinggang dan Prada Ginanjar – anggota Yonif 400, terkena rekoset munisi pada tangan kiri.

News Feed