oleh

WASPADAI PENIPUAN DI SAAT BENCANA MELANDA

-Artikel, Kriminal, Sosial-1.175 views

Jayapura, Kitorang Papua – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian meninjau lokasi bencana banjir bandang di Sentani, Sabtu (23/3). Pada kesempatan kunjungan itu dipaparkan oleh Danrem 173/ Praja Wira Yakthi, Kolonel Inf J. Binsar P. Sianipar data dan dampak bencana tersebut.

Paparan dilaksanakan di ruang VIP Bandara Sentani. Pada paparan itu, terungkap ada yang tega memanfaatkan kepanikan warga Jayapura saat banjir dan longsor terjadi pada pekan lalu. Mereka menginfokan kemungkinan banjir susulan. Saat warga mengungsi, rumah dijarah.

“Ada pencurian dan penjarahan di rumah warga yang mengungsi. Warga panik karena ada yang memberi tahu adanya banjir susulan, lalu meninggalkan rumah,” jelas Binsar.

Meski tidak diungkap secara jelas Diana lokasi pencurian itu, Kitorang sangat mengutuk para pelaku yang tidak bermoral ini. Selain penipuan, ekses lain dari banjir dan longsor adalah kaburnya 2 tahanan. Hingga saat ini, tahanan itu belum kembali atau ditangkap.

“Kemudian, dampak lainya yakni anak sekolah tak bisa ikut ujian,” tambah Binsar.

Saat ini tercatat 113 orang meninggal dunia, 107 luka berat, 108 luka ringan, 94 hilang, dan kurang lebih 15 ribu warga mengungsi. Ini bencana terparah di Jayapura dalam 10 tahun terakhir.

Lanjut paparan, dijelaskan ada 4 faktor yang diduga memicu banjir dan longsor.

  • Pertama curah hujan tinggi
  • Kedua Gunung Cycloop yang sangat curam
  • Ketiga alih fungsi sungai
  • Keempat pembukaan lahan atau penebangan pohon besar di gunung

Pemerintah, baik Pemprov maupun Pemkot-pemkot, diminta mengambil langkah-langkah yang diperlukan seperti penertiban permukiman hingga penegakan hukum.

Kitorang berdoa semoga saudara-saudara aman dan segera bisa terpulihkan. (*)

News Feed