oleh

Warga Mimika, Terlindungi TNI-Polri Usai Diteror KKB

-Artikel, News-1.069 views

Kitorangpapuanews.com – “Di sana kita silakan (pulang). (Kita) melakukan pengawalan jangan sampai ada korban dari masyarakat kembali,” tambah Argo.

Argo menuturkan, pihaknya menyadari bahwa masih ada rasa kekhawatiran masyarakat atas teror KKB Papua. Meski begitu, TNI dan Polri akan memaksimalkan pengawalan.

Polda Papua mencatat sejak Jumat (6/3) hingga Minggu (8/3) terdapat 1.572 jiwa mengungsi dari pedalaman Mimika, Papua, usai diteror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Belakang, perlahan warga mulai kembali ke rumahnya.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan, TNI dan Polri menjamin keamanan warga yang kembali ke rumahnya. Jaminan berupa penempatan personel di lingkungan warga.

 “Kemudian beberapa keluarga yang mengungsi, dan ada 1 dan 2 yang sudah dekat perkampungannya dengan Kota Mimika yang akan melakukan kembali ke kampungnya kembali ke rumah nanti kita lakukan pengawalan,” kata Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (12/3).

“Intinya bahwa kepolisian dibantu oleh TNI di sana tetap menjaga kondisi masyarakat di sana kita tetap jangan sampai masyarakat merasa tidak nyaman, tidak aman,” ujar Argo.

Lebih lanjut, Argo menyebut, pasukan gabungan pengamanan tersebut dinamakan dengan Satgas Nemangkawi.

“Satgas Nemangkawi itu langsung melakukan penjagaan di sana kemudian juga mengidentifikasi kelompok bersenjata yang melakukan intervensi terhadap masyarakat di sana,” tandasnya.

Sebelumnya, kondisi keamanan di Papua bergejolak disebabkan ulah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terus menebar teror. Kondisi tersebut membuat ratusan warga pedalaman Mimika memilih mengungsi.

Ratusan warga itu berasal dari beberapa distrik seperti Kampung Longsoran, Kampung Batu Besar, dan Kimbeli.

“Hingga pukul 18.00 WIT didata sudah hampir kurang lebih 800 (jumlah terus bertambah) orang yang mengungsi, terdiri dari anak-anak, wanita, laki-laki,” ujar Kapolsek Tembagapura, AKP Hermanto, dalam keterangannya. Jumat (6/3).

Hermanto mengatakan, gelombang warga mengungsi bermula pada Jumat (6/3) pukul 05.00 WIT. Saat itu 30 warga menuju Polsek Tembagapura.

News Feed