oleh

Warga Di 2 Kampung Tembagapura disandera kelompok TPN-OPM

-Artikel, Kriminal-2.167 views

Kitorangpapuanews.com, Tembagapura – Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafly Amar mengatakan, warga di Kampung Kimbely dan Banti masih hidup dalam sanderaan kelompok bersenjata, walaupun demikian kondisinya sangat memperihatinkan karena mendapatkan tindakan kekerasan dan pelecehan seksual dari Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM).

“Berdasarkan pemantauan kami, kondisi warga sangat memperihatinkan, warga dilarang dan diancam untuk tidak boleh keluar kampung,” jelas Boy Rafli Amar, Kamis (9/11/2017)

Lokasi dua kampung tersebut menurut Kapolda berada sekitar 2 kilometer dari Tembagapura, atau di luar areal PT Freeport.

“Lokasi dua kampung berada sekitar 2 km dari Tembagapura, yakni Kampung Banti dan Kimbely” pungkasnya.

“Sudah 3 hari warga kedua kampung tersebut diisolasi oleh kelompok TPN-OPM yang jumlahnya hampir mencapai 200 orang, mereka memiliki kekuatan senjata sekitar 30 pucuk senjata api dan sejumlah senjata tajam seperti parang dan panah. Warga yang terisolir sendiri berjumlah sekitar 1000 orang lebih,” tutur Kapolda.

Sejauh ini pihak kepolisian belum bisa memastikan motif kelompok TPN-OPM menahan para warga. Hanya saja kelompok TPN-OPM tersebut kerap melakukan aktivitas yang melanggar hukum dalam beberapa minggu terakhir. Salah satu contohnya kelompok ini melakukan tindakan pemerkosaan kepada beberapa wanita di Kampung Utikini, meraka juga mengambil barang-barang berharga milik masyarakat secara paksa.

Masyarakat tidak ada yang berani melawan karena kelompok TPN-OPM ini menodongkan senjata dan tidak segan-segan membunuh siapa saja yang mencoba melawan.

Upaya TNI dan Polri dalam mengatasi masalah ini, TNI Polri telah menyiapkan Tim Terpadu untuk membebaskan para sandera, termasuk menempatkan posisi pasukan di kedua  kampung yang warganya mengalami penyanderaan.

“Pasukan Tim Terpadu Polri dan TNI ini sedang berupaya untuk mengambil langkah-langkah” tukasnya.

Dilain pihak, Masyarakat sangat mengharapkan tindakan cepat dari pemerintah dan aparat TNI/Polri untuk membebaskan masyarakat dari ancaman serta teror dari kelompok separatis bersenjata. (**)

News Feed