oleh

Wakil Menteri PUPR Kembali Kunjungi Wamena Pasca Rusuh, Ini Update Perkembangannya

Kitorangpapuanews.com – Saat meninjau beberapa titik lokasi pemulihan, Wakil Menteri PUPR didampingi Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua  Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Cornelis Sagrim. Turut pula Kasatker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Papua (Jayawijaya), Togap Hariyanto Manik. Jumat (7/2/2020)

Lokasi yang dikunjungi adalah, Pasar Wouma, Jalan Pikhe dan STISIP Yapis. Proses pembangunan ulang bangunan-bangunan yang rusak akibat dibakar pada saat kerusuhan 23 September tahun lalu, ternyata baru berjalan 2 pekan dan dikerjakan oleh para pengusaha lokal.

Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jhon Wempi Wetipo kembali meninjau Wamena . Hal ini guna melihat secara langsung proses pemulihan yang terjadi, pasca kerusuhan beberapa waktu lalu

Lalu Wakil Menteri kemudian mendengar laporan mengenai kendala dilapangan, yang membuat proses pemulihan terkesan agak lambat. “Saya meminta semua pihak untuk saling membantu agar proses pemulihan Wamena bisa berlangsung cepat,”ajak Wamen.

Masalah penampungan puing-puing bekas kebakaran hingga kini belum bisa ditangani. “Puing bekas kebakaran menjadi salah satu kendala, mungkin ada puing lalu bahan bangunan masuk. Diharapkan ini cepat selesai, tadi kami minta bantuan teman-teman Gapensi untuk mencari lokasi guna menampung puing-puing kendaraan dan bangunan,”ujar Wamen.

Ia juga meminta perhatian Pemerintah Kabupaten Jayawijaya guna membantu mencarikan solusi, agar proses pembangunan bisa dikerjakan dengan lancar. “Kami harap dukungan Pemerintah Daerah, untuk bersinergi demi pemulihan ekonomi secara bersama-sama, agar Wamena kembali seperti yang dulu,”harap Wakil Menteri.

Terkait mengenai persoalan permodalan yang menjadi kendala para pengusaha lokal yang dipercaya untuk membangun ruko dan sejumlah bangunan lainnya, Wakil Menteri mengatakan, masih mencarikan solusi terbaik untuk hak tersebut.

“Para pengusaha lokal telah dimudahkan untuk mendapat bahan bangunan. Hanya saja ia menilai ada hal lain yang memerlukan biaya sehingga kesulitan untuk memulai pekerjaan. Pembangunan 403 Ruko ini dibagi dalam 4 kontrak besar, dimana, memfasilitasi pengusaha lokal untuk mendapat bahan bangunan.”

“Bahannya itu disiapkan oleh beberapa pihak tanpa mereka bayar dulu bisa ambil, nanti setelah dananya cair baru mereka bayar bahan bangunannya. Tapi yang dikeluhkan adalah terkait dengan bahan lokal seperti pasir, batu,”ungkap Wamen.

Dari 403 unit Ruko yang dibangun ulang, sudah 10 unit yang selesai. Pola pembayaran yang diterapkan untuk pembangunan Ruko dilakukan secara bertahap yakni setiap 10 Ruko selesai dibangun. “Kerjanya bertahap, kalau 10 Ruko selesai langsung dibayar, selanjutnya demikian, supaya tidak bertumpuk,”Papar Wamen.

Sedangkan. untuk rumah, dari 190 unit yang bakal dibangun ulang, hingga kini sudah 20 rumah yang selesai dibangun dana pekerjaannya ditangani TNI. “Sudah AD 20 unit rumah yang sudah selesai, dari total 190 unit yang bakal dibangun. Diharapkan dalam durasi 10 bulan ini sudah selesai 100 persen.”

Dari pantauan, situasi Wamena belum sepenuhnya normal kembali. Sejumlah toko bahan pokok di beberapa titik sudah mulai buka. Meski pengunjung jumlahnya belum seperti sebelum kerusuhan meletus. Ribuan warga yang sempat mengungsi dengan meninggalkan Wamena sejak awal tahun ini sudah kembali ke Wamena

Apalagi pihak keamanan memberikan jaminan keamanan. Kerusuhan Wamena  23 September tahun lalu merenggut 33 korban jiwa. Kerusuhan yang dipicu provokasi issu rasial juga menghanguskan ratusan bangunan dan rumah serta kendaraan bermotor.

News Feed