oleh

Wakil Gubernur Papua : ‘New Normal’ di Bulan Juni, Papua Belum Bisa Menerapkan

-Berita-29 views

 

Kitorangpapuanews.com – Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal menyampaikan, bahwa kebijakan pemerintah pusat untuk ‘new normal’ atau tatanan kehidupan normal yang baru di tengah pandemi Covid-19 belum bisa diterapkan di Papua.

Menurut Klemen, kebijakan Presiden Jokowi tersebut disampaikan dalam konteks nasional. Sementara di daerah, kebijakan akan disampaikan oleh kepala daerah, tentunya dengan melihat kondisi objektif daerahnya masing-masing.

“Artinya kalo menurut perhitungan pusat seperti yang selama ini kami sampaikan bulan Mei ini kan merupakan tertinggi, dan Juni kurva harus turun. Kalau berasumsi ke sana memang sudah bisa menunjukkan new normal, tapi kita harus ingat untuk kontes Papua, Covid-19 ini tidak bersama-sama munculnya seperti di Jakarta,” ujar Klemen, di Jayapura, Kamis (28/5).

Klemen mengatakan, kasus Covid-19 baru muncul di Papua pada bulan Maret, dan bulan Juni nanti baru mencapai titik tertinggi, sehingga di Papua baru akan normal di bulan Juli.

“Sekarang baru Mei ini saja sudah 656 kasus. Kalau lihat fakta seperti ini akhir Juli nanti kalau memang kita disiplin dan semua dengan harapan awal Juli itu kurva mulai turun. Kalau pun mulai turun maka new normal itu kita akan lakukan,” ujar Klemen.

Menurut Klemen, pemerintah pusat tidak bisa menyamakan Papua dengan daerah lain, sebab dilihat dari historinya berbeda.

“Kita baru terjadi di bulan Maret akibat klaster dari Jawa Barat dan Gowa. Ini fakta historisnya, jadi kita terlambat terjadinya Covid-19, otomatis normalnya juga sebulan lebih lambat,” tutur Klemen.

Meski demikian, kata Klemen, terkait wacana ‘new normal’ ini, pihaknya akan membahasnya bersama Forkopimda guna menyamakan persepsi.

Klemen juga berharap masyarakat bisa tetap disiplin. “Kita jaga semua dengan baik, tidak ada yang mustahil. Kalau semua kita bisa lakukan dengan baik,” kata Klemen.

 

News Feed