WAKIL BUPATI NDUGA WENTINUS NIMIANGGE: “MENGUTUK AKSI PEMBANTAIAN DAN MENDUKUNG PENEGAKAN HUKUM TERHADAP KKB”

oleh

Wamena, Kitorang Papua – Upaya untuk menyelamatkan para korban pembantaian Nduga terus dilakukan aparat dan pemerintah setempat. Sebagaimana diketahui, dari korban yang dibantai waktu lalu (2/12) ada yang berhasil meloloskan diri.

Pemerintah setempat dalam hal ini diwakili oleh Wakil Bupati Nduga Wentinus Nimiangge mengadakan inisiatif melakukan sinergitas untuk menyelesaikan masalah ini. Pada Selasa (11/12) siang, bertempat di teras Restaurant Hotel Baliem Pilamo, Jayawijaya dilakukan pembahasan terbatas antara aparat TNI/Polri dengan Pemda Kab. Nduga dalam rangka membahas proses pencarian dan evakuasi sisa korban pembantaian kelompok kriminal bsedenjata (KKB) Kab. Nduga.

Turut pula dalam pertemuan terbatas itu sejumlah aparat seperti Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto, SH dan Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba serta Ketua DPRD Kab. Nduga.

Wakil Bupati Wentinus mengungkapkan bela sungkawa atas pembantaian KKB tersebut. Hal ini merupakan kejahatan kemanusian. Wentinus mengungkapkan juga rasa terimasihnya kepada pemerintah pusat dan PT. Istaka Karya karena telah membangun Nduga.

Pemerintah Kab. Nduga akan membantu seluruh proses evakuasi sisa korban yang belum ditemukan. Melalu tim khusus yang akan dibuat oleh Pemkab Nduga, Ia juga akan membantu merekonsiliasi masyarakatnya agar bisa membantu aparat dan melanjutkan kemajuan pembangunan di Nduga.

Wakil Bupati Wentinus menyatakan tidak bisa memvalidkan terkait isu hoax adanya masyarakat sipil yang menjadi korban saat dilakukan evakuasi. Ia meyakinkan bahwa korban itu bukanlah warganya tetapi simpatisan KKB yang mengganggu proses evakuasi korban pembantaian Nduga.

Wakil Bupati Wentinus, sangat mengutuk aksi KKB. Mewakili masyarakat Nduga, Ia tidak setuju terhadap aksi yang keji tersebut serta mendukung dan tidak membatasi aparat keamanan dalam melaksanakan penegakan hukum terhadap KKB.

“Saya tidak setuju dengan tindakan KKB yang melakukan penembakan dan pembunuhan terhadap para pekerja. Karenanya Pemda Kab. Nduga tidak akan mencampuri dan membatasi Aparat keamanan dalam proses penegakan hukum di wilayah tersebut.” Ujar Wakil Bupati Wentinus. (*)