oleh

Wagub Papua : Terkait Belum PSBB dan Bantuan Penanganan Covid-19

-Berita-14 views

Kitorangpapuanews.com – “Kami lihat trennya dalam 1 minggu rata-rata naik (Covid-19). Nah, kami terus memantau situasi ini, dan kami terus berkomunikasikan dengan pusat. Soal untuk naikkan status itu (PSBB), kami lihat kondisi kedepan. Kami fleksibel dan akan evaluasi secara bersamaan,” jelas Klemen di Kota Jayapura

Wakil Gubernur (Wagub) Papua Klemen Tinal menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua belum mengajukan secara resmi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sebab berkonsekuensi kepada seluruh aspek kehidupan masyarakat. Sehingga Pemprov Papua juga terus melihat kesiapan dari pemerintah daerah setempat.

Menurut Klemen, PSBB ini memang menjadi satu solusi yang sudah dipikirkan untuk menekan angka kenaikan positif Covid-19 di Papua. “Secara lisan kami sudah sampaikan, tapi kami evaluasi sesudah melihat semua aspek dulu, kriteria menaikkan status itu. Aspek itu bukan hanya soal orang yang kena, tapi banyak aspek, misalnya aspek finansial dan aspek lainnya, baru kita akan ubah dan siapkan surat dan lain sebagainya,” bebernya.

Untuk itu, kata Klemen, pihaknya meminta agar masyarakat dapat mematuhi peraturan yang ada, disiplin dengan kesepakatan yang sudah dibuat pemerintah. “Karena itu kami minta masyarakat semua disiplin dengan aturan yang disepakati bersama, sebab kasus Covid-19 ini naik,” tuturnya.

Berdasarkan data yang ada, hingga Rabu 29 April 2020, kemarin jumlah kasus  positif  Covid-19 di Papua telah mencapai 189 kasus, pasien dirawat 128 orang, orang dalam pemantauan (ODP) 4008, pasien dalam pengawasan (PDP) 267, meninggal dunia 7 orang dan pasien sembuh 54 orang.

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal saat berikan arahan di Main Hall kantor Gubernur Papua, Kamis, 30 April 2020.

Pemprov Papua menyerahkan bantu dampak Covid-19 dengan total cash money Rp77 miliar. Dana ini diberikan kepada 29 kabupaten atau kota masing-masing senilai Rp2 miliar. Lalu kepada 5 rumah sakit rujukan Covid-19 di Timika, Jayawijaya, Merauke, Nabire dan Biak Numfor, masing-masing Rp5 miliar.

Terus kepada 5 rumah sakit mitra, masing-masing Rp500 juta dan 17 asrama mahasiswa di luar Papua masing-masing Rp50 juta. Lalu ada 9.300 paket bahan pokok (bapok) tahap 1 kepada kelompok keagamaan, paguyuban, panti jompo, panti asuhan, pesantren, asrama, mahasiswa, sektor informasi dan formal.

“Kami boleh minoritas secara kuantitas, tapi kami harus menjadi kualitas di republik ini. Untuk itu, saya minta kabupaten atau kota dapat bergandengan tangan untuk memastikan situasi saat ini. Sehingga bisa terselesaikan dengan baik,” kata Klemen usai penyerahan.

Klemen berkeyakinan, jika pandemi Covid-19 diperangi bersama-sama dan sungguh-sungguh, maka semua masalah yang saat ini terjadi bisa selesai lebih cepat. “Memang akhir-akhir ini kasus Covid-19 meningkat drastis, yakni 206. Tapi harapan saya semua orang yang berstatus ODP dan PDP bisa segera jalani tes agar bisa diketahui hasilnya,” ungkapnya.

Klemen menekankan, Pemprov Papua akan terus menerus membantu dalam segala hal, baik administrasi, bantuan sosial, finansial maupun hal lain sesuai kapasitas.

“Untuk sementara kami bantu masing-masing bupati dan walikota masing-masing Rp2 miliar. Tapi khusus untuk Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura ditambah Rp2 miliar. Sehingga masing-masing Rp4 miliar mengingat kasus di dua daerah ini meningkat,” jelas Klemen.

Menurut Klemen, dana ini harus benar-benar dipakai 100 persen untuk penanganan pandemi Covid-19. “Kami juga sedang berusaha agar dalam waktu dekat ini, dana otonomi khusus bisa juga diberikan. Saya harap dalam waktu tak terlalu lama seluruh warga Papua keluar sebagai pemenang,” tutupnya.

 

News Feed