oleh

VERONICA KOMAN SIBUK BELA 6 TAHANAN MAKAR PAPUA Surya Anta Cs, DIAM SAAT KKSB OPM DAN KNPB LAKUKAN PELANGGARAN HAM KEPADA MASYARAKAT DI TEMBAGAPURA

-Artikel, News-91 views

Kitorangpapuanews.com – Enam tahanan politik Papua Surya Anta Ginting cs akan menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2020) hari ini. Mereka dituntut pidana penjara selama 1 tahun 5 bulan dengan tudingan tindak pidana makar.

Keenam terdakwa tapol Papua itu antara lain; Surya Anta Ginting (39), Anes Tabuni alias Dano Anes Tabuni (31), Charles Kossay (26), Ambrosius Mulait (25), Isay Wenda (25) dan Arina Elopere alias Wenebita Gwijangge (20).

Mereka sudah menjalani masa penahanan selama 8 bulan sejak ditangkap pada 30 Agustus 2019 lalu dengan pasal makar saat aksi damai di depan Istana Negara Jakarta menolak rasisme terhadap mahasiswa Papua di Asrama Papua di Surabaya.

Mereka sudah menjalani persidangan sejak awal tahun 2020. Dalam pembacaan tuntutan, Jaksa Penutut Umum menuntut keenam tapol Papua dengan tuntutan pidana penjara selama 1 (satu) tahun 5 (lima) bulan atas dalam Pasal 106 KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang makar.

“Putusan akan dibacakan pada Jumat, 24 April 2020, jam 13.00 sampai selesai di PN Jakarta Pusat,” kata pengacara 6 tapol Papua, Michael Hilman.

Sementara itu, pengacara HAM Veronica Koman juga berharap putusan pengadilan membebaskan Surya Anta cs,

Begitu sibuknya veronica koman membela para tahanan makar yang jelas dengan bukti yang ada telah melakukan perbuatan makar dengan melakukan provokasi untuk melepaskan Papua dari NKRI, veronica koman selama ini berlindung dengan jubah [engacara HAM tetapi tidak konsiten dan berpihak terhadap golongan para aktivis makar. Ketika masyarakat Papua banyak kehilangan nyawa akibat aksi KKSB OPM dan KNPB Veronoica koman diam seribu Bahasa dan tidak pernah menyuarakan nasif masyarakat yang jadi korban kekerasan para teroris KNPB dan KKSB OPM.

Patut dipertanyakan dimana kesakraan sebagai pengacara HAM veronica koman yang sibuk saat membela para aktivis makar dan diam saat para korban nyawa masyarakat kecil di tembak oleh KKSB OPM dan KNPB..

Kami berharap Interpol untuk menagkap karena telah meresahkan masyarakat Papua dengan statemen yang provokatif dan  menggiring fakta yang tidak bersumber. 

 

News Feed