oleh

USULAN BANGUN MONUMEN UNTUK MENGINGAT TRAGEDI PEMBANTAIAN NDUGA

Jayapura, Kitorang Papua – Menjelang hari peringatan Hak Asasi Manusia (HAM) dunia, tanah Papua diguncang tragedi aksi pembantaian yang tidak beradab. Untuk memprtingati tragedi kemanusiaan ini, sejumlah pihak mengusulkan agar dibangun monumen agar generasi mengingat kekejaman kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XVII Papua berencana untuk mengusulkan pembangunan monumen untuk peringatan tragedi pembantaian puluhan pekerja PT Istaka Karya di lokasi pembangunan jembatan penghubung Trans Papua di Kali Yali-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, pada Minggu (2/12) lalu.

Usulan dari warganet itu akan disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) atau pemerintah pusat.

“Iya, saya sudah dapat banyak masukan mengenai banyaknya permintaan untuk dibangun monumen atas nama para korban dan menjadikan nama jalan di lokasi pembunuhan dengan nama pegawai BBPJN Papua yang meninggal, Efrandi Perjuangan Hutagaol,” ungkap Kepala BBPJN Papua Osman Harianto Marbun ketika diminta tanggapannya oleh wartawan, Sabtu (8/12) malam.

Menurut Osman Marbun, korban yang dibantai oleh KKB adalah para pejuang pembangunan Jalan Trans Papua. Menurutnya, usulan pembangunan monumen tersebut merupakan usulan yang baik.

“Mereka yang meninggal adalah pahlawan. Sangat layak bagi mereka untuk dikenang. Jadi, saya akan menyampaikan hal ini kepada pimpinan. Semoga saja bisa terkabulkan,” pungkasnya.

Diketahui, puluhan pekerja PT Istaka Karya dibantai KKB yang dikomandoi Egianus Kogoya. Sebanyak 15 pekerja PT Istaka Karya dan 1 pegawai PUPR meninggal dunia serta 5 orang lainnya masih belum diketahu kondisinya. Sementara di Distrik Mbua, kelompok KKB juga menyerang Pos TNI di sana. Satu anggota TNI gugur dan 1 anggota lainnya terluka.

Dalam proses evakuasi, kelompok ini juga menembak aparat, dua orang anggota luka-luka akibat tertembak. (*)

News Feed