oleh

UNJUK RASA ANARKISME, INI KAH SUARA RAKYAT PAPUA?

-Artikel-1.427 views

Kitorangpapuanews – Beberapa hari ini Tanah Papua Berduka, Unjuk Rasa Anarkis yang dilakukan menimbulkan banyak korban dan merugikan masyarakat Papua. Unjuk rasa yang dimulai pada Kamis (29/8) siang bermula berlangsung aman, damai, dan tertib. Agenda yang mereka usung pun jelas memprotes tindakan rasialisme namun berakhir ricuh. Bentuk anarkisme yang terjadi dalam Unjuk Rasa di wilayah Jayapura antara lain : membakar gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat Papua, Membakar Gedung Bea Cukai, penghancuran Gedung Telkom, pelemparan benda keras sehingga menimbulkan kerusakan dan penjarahan toko-toko usaha kecil masyarakat Papua.

Kejadian sama pun terjadi pada Unjuk Rasa  di halaman Kantor Bupati Deiyai, Rabu siang (28/8/2019) berujung tindakan anarkisme oleh massa pendemo. Seorang anggota TNI AD gugur dipanah oleh kelompok bersenjata.

Melakukan demo diperkenankan oleh aturan yang berlaku. Ada aturan main yang legal. Ada jaminan keamanan asalkan dilakukan sesuai koridor hukum. Demo juga ada tata tertibnya. Namun dalam pelaksanaannya, unjuk rasa atau demonstrasi menjurus pada tindakan anarkis sehingga mengakibatkan kerugian bagi orang bagi masyarakat Papua.

“Demo anarkis, siapa yang diuntungkan? Kami menduga ada penyusup di dalam aksi unjuk rasa selama ini di Papua. Ada kepentingan Pribadi dan Kelompok yang mengorbankan masyarakat Papua.

Aksi unjuk rasa yang terjadi selama ini di Papua ditunggangi oleh kelompok United Liberation Movement for West (ULMWP), Komite Nasional Papua Barat (KNPB), KKSB TPN OPM dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) kelompok mereka sering tampil di depan dalam demo unjuk rasa dengan mengatas nama kan rakyat, padahal sebenarnya hanya demi kepentingan individu dan kelompok mereka mengorbankan rakyat Papua.

Dampak dari unjuk rasa mereka toko/usaha punya masyarakat orang pantai dibakar dan Toko/usaha orang pendatang dijarah oleh pendemo dalam aksi unjuk rasa. Hasil jerih payah keringat selama ini dalam membangun usaha mereka tak membekas, toko yang dibangun hancur oleh karena aksi unjuk rasa yang anarkisme.

Dimana pertanggung jawaban mereka ULMWP, KNPB, KKSB OPM dan AMP dalam aksi Unjuk Rasa Anarkisme  selama ini?.

Dan terbukti inilah hasil dari unjuk rasa yang mereka inginkan yaitu menyengsarakan masyarakat Papua terlebih khususnya Orang Asli Papua dan Orang Pendatang yang akan terus diadu domba dan jadi korban oleh ULMWP, KNPB, OPM dan AMP.

Maukah kita dijadikan bahan adu domba mereka? Hentikan Unjuk Rasa Anarkisme yang hanya menyengsarakan masyarakat Papua.

Kita Jangan sampai terprovokasi dan harus serukan untuk tidak pernah takut dengan Provokatator Anarkisme yang dilakukan mereka. Mari  Rakyat Papua kita bergandeng tangan dan bersatu membangun Papua Penuh Damai dan menangkal segala upaya yang akan memecah persatuan dan kesatuan di Papua.

News Feed