oleh

Umat Hindu di Timika rayakan hari raya Nyepi dan upacara adat

-Berita-198 views

kitorangpapuanews.com — Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka yang akan diperingati, Rabu (25/3/2020) mendatang, umat Hindu di Kabupaten Mimika terlebih dahulu telah melakukan berbagai perayaan seperti Hari Raya Galungan, Kuningan dan Piodalan di Pura Mandhira Mihika Mandaloka yang juga sempat dihadiri oleh Kapolres Mimika ,Ketua Pengadilan dan Kepala Bea Cukai, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Bimas Hindu dan Budha Kementrian Agama dan seluruh umat Hindu di Kabupaten Mimika beberapa waktu lalu.

Hari raya Galungan merupakan hari raya besar bagi Umat Hindu yang diperingati setiap 210 hari berdasarkan perhitungan pawukon tepatnya jatuh pada hari Rabu Kliwon, Wuku Dungulan yang telah dirayakan pada hari Rabu tanggal 19 Pebruari 2020 dan Hari Raya Kuningan dirayakan setelah 10 hari perayaan Galungan tepatnya jatuh pada hari Sabtu, Kliwon, wuku Kuningan.

Sementara perayaan Piodalan Pura adalah sebagai perayaan hari jadi tempat suci. Upacara piodalan merupakan kewajiban bagi umatnya dalam rangka membayar utang kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai Maha Pencipta beserta manifestasinya yang telah disthanakan pada sebuah pura.

Dalam dharma wacana yang disampaikan Dr. I Nyoman Putu Arka,MSi, Selasa (3/3/2020), bahwa makna hari raya Galungan, Kuningan dan Piodalan sebagai pengamalan Dharma Agama dan Dharma Negara. Piodalan pura juga dapat dimaknai umat sebagai proses meningkatnya fibrasi tempat ibadah sebagai wadah bagi umat dalam peningkatan keyakinan dimana telah banyak peningkatan pelayanan kelembagaan yang dibangun melalui peran PHDI, WHDI, pasraman dan pemuda Hindu.

“Telah dirasakan peningkatannya, peningkatan sarana prasarana pura yang mulai di bangun sejak tahun 1997 yang terletak di SP4 Kelurahan Wonosari jaya Distrik wania,” tuturnya. Perayaan Galungan, Kuningan dan Piodalan ini hakekatnya adalah melaksanakan yadnya sebagai bukti kongkrit dari penghayatan dan pengamalan dharma agama yang diyakini oleh umatnya sebagai jalan untuk mencapai keselamatan, kesejahteraan maupun kebahagiaan lahir bhatin.

Mantapnya penghayatan dan pengamalan Dharma Agama memiliki relasi dengan Pengamalan Dharma Negara artinya bahwa, semakin mantapnya penghayatan dan pengamalan dharma agama, maka diyakini akan semakin mantap pula umat Hindu di Kabupaten Mimika dalam menjalankan Dharma Negara yang ditunjukkan melalui proses kehidupan berbangsa dan bernegara dalam mendukung kebijakan pemerintah dalam rangka mewujudkan tujuan bernegara berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

News Feed