ULMWP NYANYIKAN PROPAGANDA USANG TAK BERGUNA

oleh

Jayapura, Kitorang Papua – Upaya ilegal kelompok separatis Papua, United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dikabarkan mengklaim telah menyerahkan petisi dengan 1,8 juta tanda tangan, yang berisi permintaan referendum kemerdekaan kepada Komisioner Badan HAM PBB, Michelle Bachelet pada Jumat 25 Januari 2019.

Ketua ULMWP Benny Wenda mengatakan kepada Reuters di Jenewa (kota markas Dewan HAM) bahwa dirinya juga berharap PBB dapat mengirim misi tim pencari fakta ke Papua untuk memperkuat dugaan pelanggaran hak asasi manusia di sana.

Lagu lama yang digaungkan oleh ULMWP untuk membuat propaganda dan kebohongan bagi publik Papua. Semakin cepat tim fakta datang ke Papua maka semakin cepat pula pelanggaran HAM yang dilakukan oleh KSB akan terungkap.

Ini bukan kali pertama Ketua ULMWP Benny Wenda mengklaim telah mengirim petisi seputar Papua ke PBB. Ia pernah melakukan hal serupa pada 2017 silam, mengirim petisi referendum kepada Komite Khusus Dekolonisasi PBB (C-24).

Namun, komite membantah pernah menerima petisi dari ULMWP.

“Saya maupun Sekretariat Komite C-24 tidak pernah menerima secara formal maupun informal petisi atau siapapun mengenai Papua seperti yang diberitakan dalam koran Guardian,” kata Ketua Komite Rafael Ramirez dalam keterangan tertulis pada Jumat 29 September 2017, mereferensi surat kabar Inggris The Guardian yang merilis pemberitaan pertama tersebut dengan mengutip pernyataan Benny.

Kitorang su tra percaya, Ko Benny Wenda tinggal senang-senang di luar negeri tidak peduli sodaramu di sini. Lagu lama ko gaungkan untuk kepentingan mu saja. Papua sekarang su maju. Jangan ko buat kerusuhan oleh kelakukan macam ini. (*)