oleh

ULMWP LECEHKAN KEKUATAN TPNPB-OPM DI PAPUA

-Artikel, News-217 views

Kitorangpapuanews.com – Berawal dari obsesi sekelompok orang yang memiliki kepentingan terhadap Papua, yang memanfaatkan dan mengeksploitir masyarakat Papua untuk mencapai tujuan dan targetnya. Kekerasan yang terjadi di Papua, sangatlah kompleks. Perlu pelurusan informasi agar semua pihak tidak mengira-ngira siapa yang membuat Papua menjadi daerah dengan segudang kasus kekerasan, yang menyedihkan para faksi kelompok separatis seperti United Liberation Movement for West Papua (ULMWP)  dan Kelompok faksi TPNPB OPM aktif melakukan pungli kepada masyarakat untuk kepentingan kelompoknya, mengancam dan membuat situasi keamanan sehingga selanjutnya mereka meminta kompensasi kepada masyarakat dan perusahaan berupa uang serta sudah bukan rahasia lagi kelompok-kelompok tersebut memiliki beragam senjata baik senjata tajam, panah dan senjata api untuk melakukan kekerasan terhadap masyarakat di Papua.

Dibalik semua benang kusut yang terjadi di Papua, faksi kelompok separatis ULMWP sering memandang sebelah mata dan melecehkan apa yang dilakukan oleh kelompok TPNPB OPM selama ini. ULMWP berpandangan bahwa apa yang dilakukan oleh TPNPB OPM selama ini tidak sejalan dengan prinsip awal ULMWP yang tidak menginginkan peperangan dengan mengorbankan rakyat sipil dan melakukan pelanggaran HAM di Papua. Begitu pun sebaliknya di sisi faksi TPNPB OPM memandang kelompok ULMWP hanya mencari Popularitas, kekuasaan secara singkat dan menjual penderitaan masyarakat di Papua ke pihak asing dengan harapan mendapatkan gelontoran dana untuk kepentingan kelompok ULMWP tanpa memikirkan TPNPB OPM yang berada di hutan.

Para tokoh ULMWP seperti Benny Wenda, Pendeta Socrates sering melakukan provokasi massif di media dengan dalil yang sering di suarakan yaitu menjual kebohongan data derita rakyat tanpa memiliki bukti, dengan tujuan agar stabilitas keamanan di Papua tak kondusif.

Ketegangan diantara faksi ULMWP dan TPNPB terjadi saat peristiwa penyerangan yang dilakukan TPNPB OPM terhadap para pegawai PT Freeport  yang mengakibatkan 3 orang tertembak, satu diantaranya pekerja warga asing asal New Zealand bernama Graeme Thomas Wall korban tewas dan dua korban lainnya, pada peristiwa tersebut Benny Wenda dan Pdt. Socratez S. Yoman menjadikan ajang tersebut dengan menuduh dan meyebarkan berita hoax dengan menuduh aparat keamanan TNI-POLRI yang melakukan tindakan tersebut.

Pernyataan diksriminatif dalam sebuah artikel yang ditulis Beny Wenda dan Pdt. Socratez S. Yoman bahwa penembakan tersebut dilakukan oleh kelompok jadi-jadian sebagai binaan TNI Polri, akhirnya terbantah jelas dengan penyebaran video kejadian yang disebarkan TPNPB OPM. Penyataan keras pembantahan pun dilakukan sebby sambom dengan mengatakan bahwa “ pernyataan dari Ketua ULMPW, Benny Wenda dan Pdt Socrates soal pelaku penembakan di kuala kencana, Mimika yang menewaskan seorang warga negara asing dilakukan bukan TNI/Polri akan tetapi TPNPB OPM. Benny Wenda dan Socrates jangan asal ngomong dan harus bertangungjawab atas pernyataan mereka”.

Sebby dengan gamblang menyampaikan bahwa aksi penembakan tersebut nyata dilakukan oleh kelompok TPNPB. “Sampaikan ke Benny Wenda dan Sofyan Yoman tanggungjawab atas pernyataan mereka sebab yang melakukan bukan TNI Polri,” tulis Sebby dalam pesan singkatnya, Senin (6/4).

Pernyataan tegas Jeffrey Bomanak ketua TPNPB OPM kepada Socratez dan Benny Wenda, Basoka Logo agar ULMWP untuk bungkam dan tidak melecehkan TPNPB OPM serta  untuk sesegera mungkin membubarkan WPA. Sekaligus Socratez dan setiap jajaran ULMWP untuk tidak lagi melakukan provokasi dan propaganda di media.

Selain Itu kelompok pimpinan Egianus Kogoya TPNPB-OPM KODAP III NDUGAMA dengan keras meminta kelompok ULMWP segera bubarkan militer tandingan WEST PAPUA ARMI (WPA) yang di buat oleh kelompok ULMWP Dan TRWP TNPB Pada Tahun 2019 Lalu dan Stop menipu Kami !!

 

News Feed