ULAH KKB MELAKUKAN PEMALAKAN DI KUYAWAGE AKIBATKAN BAHAN POKOK SEMAKIN MAHAL

oleh

Wamena, Kitorang Papua – Ulah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) semakin meresahkan. Masyarakat kembali diancam dan diteror. Aksi-aksi kejahatan mereka lakukan tanpa pandang bulu. Sasaran mereka tidak hanya aparat keamanan tetapi juga masyarakat pendatang hingga masyarakat asli Papua itu sendiri.

KKB selalu mengatasnamakan perjuangan masyarakat Papua. Alih-alih dengan alasan itu KKB akan dapat diterima masyarakat Papua, pada kenyataannya banyak warga masyarakat asli Papua yang menolak keberadaan mereka. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Bapak Pendeta Stepanus Murib.

Bapak Pendeta mengungkapkan akibat kejadian kemarin ada aksi pemalakan yang dilakukan oleh KKB kepada supir truk, mengakibatkan harga kebutuhan pokok tambah mahal. KKB membuat masyarakat marah dan kesal.

Micheal Kogoya seorang supir mengungkapkan bahwa pada hari Rabu kemarin (24/10), ia dicegat oleh segerombalan orang yang membawa sejumlah senjata api . Kogoya menyampaikan terdapat sekitar tujuh orang yang menghadang truk yang Ia kemudikan membawa bahan pokok.

KKB biasa melakukan pemalakan ini dan meminta sejumlah uang kepada setiap truk pengangkut logistik. Dari setiap truk mereka memintakan sekitar satu juta rupiah tiap melewati jalan yang diklaim milik KKB. Hal ini terjadi di wilayah Kuyawage.

Akibat ulah KKB ini harga mahal karena pasokan barang terbatas. Para pedagang enggan menyuplai barang kebutuhan pokok karena takut dirampok.

Oleh karenanya masyarakat meminta kepada pemda dan aparat agar melakukan tindakan tegas terhadap KKB. Masyarakat menginginkan kehidupan yang damai dan aman. Agar kebutuhan pokok sehari-hari bisa terpenuhi. (*)