oleh

” Tolong buka Hati liat juga korban Kerusuhan, Jangan asal dukung Para Provokator! “

-Artikel-31 views

kitorangpapuanews.com — Dukungan untuk pembebasan Buchtar Tabuni Cs yang saat ini tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur terus mengalir dari berbagai pihak. Buchtar Tabuni yang merupakan Aktivis United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) bersama enam terdakwa lainnya yakni Agus Kossay Ketua Pusat Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Steven Itlay (Ketua KNPB Mimika), Ferry Kombo, Alexander Gobay, Hengky Hilapok dan Irwanus Uropmabin dijadikan terdakwa atas kasus makar (demonstrasi berujung kerusuhan di Papua Agustus 2019 lalu)

Kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah Papua yang dipicu ujaran rasisme di Surabayat, tak hanya menimbulkan korban jiwa, tapi juga kerugian materil yang cukup besar. Bahkan akibat kerusuhan membuat ribuan mahasiswa yang menempuh studi luar harus kembali ke Papua

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam Diskusi Tematik yang digelar Grup The Spirit Of Papua, di Jayapura, Senin (15/6) mengatakan, saat ini banyak orang bicara menuntut pembebasan ketujuh tersangka (terdakwa). Namun melupakan apa yang sudah dilakukan oleh mereka terhadap para korban dan juga masyarakat Papua.

“Saya mau katakan bahwa harus ada keseimbangan. Kita melihat ini, kita bicara tentang para tersangka oke setuju, tapi kita juga harus lihat para korban yang mungkin tidak diikuti secara langsung bagaimana eksodus masyarakat yang ketakutan, bagaimana hidup masyarakat waktu itu minta ditolong, bagaimana ada satu keluarga ya yang di bantai satu rumah, bapak mama anak yang dibakar habis dengan rumahnya saat kerusuhan terjadi,” ungkap Waterpauw

Diakuinya, hari ini banyak orang berbicara soal tersangka saja dan banyak orang bicara hanya di muara. Namun tanpa tahu titik persoalan.“Kita sudah doakan, dan kita kita harus jujur diatas tanah ini. Kalau kita berbicara tersangka maka kita juga harus berbicara korban dan itu bisa melahirkan solusi solusi yang baik,” tegas Waterpauw

Menurutnya, selaku aparat penegak hukum dalam hal ini Polri tugasnya hanya menggodok kasus hukumnya (lakukan penyelidikan penyidikan), kemudian ditindaklanjuti oleh kejaksaan untuk selanjutnya dibawa ke persidangan.

News Feed