oleh

TOLAK LUPA !!! 1 Mei 1963, Sebuah Tonggak Sejarah Pembangunan Papua

-Artikel, News-1.014 views

Kitorangpapuanews.com – Kelompok separatis terus berupaya memutarbalikkan fakta sejarah terkait 1 mei dalam beberapa tahun terakhir. kelompok seperti United Liberation Movement For West Papua (ULMWP), Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) misalkan, dengan masif melakukan provokasi sejarah pada 1 mei yang di klaim sebagai hari aneksasi atau pencaplokan Papua oleh NKRI. Mereka menggiring pengaburan sejarah kepada masyarakat untuk tujuan kepentingan kelompok mereka.

“Jas Merah” (Jangan pernah melupakan sejarah), peribahasa yang sudah sangat familiar terdengar oleh seluruh rakyat indonesia karena di sampaikan oleh Sang Proklamator Ir. Soekarno. Tokoh pejuang Papua sekaligus saksi sejarah Penentuan Pendapat Rakyat Papua (Pepera) 1969 Ramses Ohee menegaskan jika Papua sudah sah masuk dan bertintegarsi kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak tanggal 1 Mei 1963 silam.

“Sejarah jangan diputarbalikkan. Kami orang-orang tua, pejuang Pepera adalah saksi di mana 1.026 pejuang kita perwakilan dari seluruh Papua dan Papua Barat menyatakan bergabung kedalam NKRI melalui Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969 kala itu,” ungkap Ramses Ohee di Jayapura

Oleh karena itu, dirinya mengingatkan kepada seluruh rakyat Papua untuk tidak termakan isu yang menyesatkan. Kemerdekaan diperoleh tidak dengan serta merta. Namun dengan perjuangan seluruh pejuang Papua.

“Kita harus syukuri atas kemerdekaan yang kita rasakan saat ini. Hargai para leluhur tua-tua kita. Mereka mengorbankan seluruh jiwa raga mereka untuk saat ini kita bisa menghirup kemerdekaan. Jangan termakan isu yang sesat,” kata dia.

Menurutnya, untuk terus mengingatkan jasa pahlawan nasional Papua kepada generasi muda, semua stakeholder harus bergandengan tangan melawan paham yang menentang NKRI.

“Harus dilawan kelompok yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Saya katakan Irian Barat dulu dan saat ini Papua, sekarang dan selamanya akan menjadi bagian dari NKRI,” tegasnya

Sementara, Ketua Pemuda Adat Papua (PAP) Yan Christian Arebo didampingi Wakil Ketua Marianus Komanik bersama Pemuda Mandala Trikora Papua, Ali Kabiyai saat menggelar jumpa pers di Abepura, Jayapura menolak sebutan anekasi, dan menegaskan Papua adalah final bagian NKRI. Yan Christian Arebo meminta warga tidak terprovokasi atas pihak-pihak yang ingin memanaskan situasi atas status Papua. “Mari berpikir positif, tetap menghargai umat beragama yang saat ini umat muslim menjalankan ibadah puasa. Sehingga saya meminta kepada seluruh masyarakat bahwa dalam rangka memperingati 1 Mei 1969, jangan ada gerakan-gerakan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kedaulatan NKRI,” katanya, Kamis (30/4).

Sedangkan Ali Kabiyai tegas menyebut tidak ada aneksasi. Sedangkan yang ada adalah integrasi melalui Pepera 1969 oleh para pejuang dan pendahulu Papua. “Saya tegaskan bahwa Indonesia tidak menganeksasi Papua. Papua sudah sah ke dalam bingkai NKRI. Mari kita bersama-sama bersatu membangun Papua yang lebih bermartabat, lebih bermoral di dalam bingkai NKRI. Mari kita sama-sama saling menyayangi antara sesama suku bangsa yang ada di Papua. Sebab Papua merupakan barometer Kebhinekaan di Indonesia,” ucapnya.

Dia juga mengucapkan terimakasih atas kinerja TNI/Polri yang telah menyalurkan bantuan sambako dan bahan makanan kepada masyarakat terdampak pembatasan aktivitas akibat COVID-19.

“Papua dengan Indonesia sudah final. Warga dan masyarakat Papua adalah warga negara Indonesia. Harus ada perbaikan pelayanan pemerintah. Ada jaminan sosial dan pembangunan ekonomi yang baik kepada warga Papua, agar rasa dimiliki sebagai warga Indonesia itu terus ada,” tegasnya

Kita akan sama-sama mengenang sebuah hari yang bersejarah dimana NKRI secara utuh terbebas dari penjajahan bangsa kolonial belanda yaitu tanggal 1 mei 1963, dimana secara de jure dan de facto Irian Barat (saat ini Papua dan Papua Barat) secara resmi kembali ke pangkuan ibu pertiwi, seperti yang disampaikan oleh Sang Proklamator dalam pidatonya.

“Hari ini, hari tanggal 1 Mei 1963,adalah hari jang sangat penting, jang dapat ditjatat sebagai titik peristiwa sedjarah dalam rangka perdjuangan dan revolusi bangsa Indonesia.

Betapa tidak, Pada hari ini setjara resmi keadaan bahaja diseluruh wilayah Indonesia dihapuskan, keadaan bahaja jang telah berlangsung beberapa tahun dinegara ktia, bahkan sejak ktia memproklamirkan kemerdekaan kita pada tahun 1945.

Pada hari ini djuga, di Kota baru Irian Barat dilangsungkan timbang terima pemerintahan atas Irian Barat dari UNERP kepada Republik Indonesia. Mulai hari ini setjara de jure dan de facto kemerdekaan kita telah mendjadi bulat dari Sabang sampai Merauke, meliputi seluruh bekas wilajah Nederlands Indie dahulu.

Atas hasil-hasil ini semua, saja atas nama Pemerintah dan seluruh rakjat Indonesia, menjampaikan rasa terima kasih dan penghargaan jang se-tinggi-tingginja kepada seluruh aparatur pemerintah baik pusat ataupun daerah, khususnya angkatan bersendjata, serta seluruh lapisan masjarakat.

Perdjoeangan masih djauh daripada selesai, masjarakat jang adil dan makmur jang kita idam-idamkan bersama masih belum tertjapai, kekuasaan-kekuasaan kolot – konvensionil, kaum kolonialis dan neo-kolonealis jang di Indonesia telah berhasil kita obrak-abrikan, masih tetap ada disekeliling kita dan akan tetap berusaha memperlemah kedudukan dan memetjah belah negara dan bangsa Indonesia.

Semoga kita sebagai generasi penerus bangsa yang cinta tanah air Indonesia, dapat melanjutkan perjuangan para pahlawan untuk membangun Indonesia yang damai dan sejahtera.

#lawan kelompok yang ingin memisahkan diri dari NKRI

 

News Feed