oleh

Tokoh Papua Secara Tegas Kecam Ancaman NRFPB

-Artikel, Sosial-1.887 views

Kitorangpapuanews.com, Jayapura – Ancaman Kelompok Separatis Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) yang dilayangkan kepada Presiden Joko Widodo mendapat reaksi keras dari Ketua Barisan Merah Putih Provinsi Papua, Ramses Ohee.

“Saya juga baru dengar soal kelompok NRFPB ini, namun sebagai orang tua di Papua, saya mau sampaikan bahwa Papua hadir dan menjadi bagian dari NKRI adalah kehendak Tuhan. Saat itu ada 1.026 putra Papua mengikuti dewan musyawarah Pepera bersama PBB mulai 12 Juli – 2 Agustus 1969 dan hasilnya kami menyatakan bagian dari NKRI, lalu apa yang mau dipersoalkan,” ujar Ramses di kediamannya, Waena, Kota Jayapura, Senin (24/7) seperti dilansir dari Cenderawasih Pos.

Dirinya menegaskan, Papua akan selamanya menjadi bagian tak terpisahkan dari NKRI dan tidak akan ada yang dapat membantahnya. Hal ini juga tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Organisasi internasional PBB pun turut menjadi saksi sejarah kembalinya Papua dalam bingkai NKRI.

Dirinya juga bercerita saat 1.026 orang hadir pada Pepera yang mewakili 7 wilayah adat mulai dari Lapago, Meepago, Saireri, Animha,Tabi hingga wilayah Papua Barat dan dicetuskan bahwa Papua bagian sah dari NKRI dan tak ada 1 bangsa manapun yang bisa memisahkan. Tidak hanya itu, Ramses menjelaskan bahwa jauh sebelum Pepera, orang-orang Papua sudah terlibat dalam upaya untuk mempersatukan Indonesia yakni saat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 Papua mengirimkan dua wakilnya, Porey dan Orpa yang merupakan orang tua dari Ramses.

“Jadi sebelum ada Pepera, kami juga telah memiliki komitmen untuk bersatu dengan Indonsia. Kami tak bisa dipisahkan dengan apapun dan pernyataan ini telah diabadikan di PBB,” tegasnya.

Ramses menambahkan bahwa anak-anak yang baru lahir saat ini harus tunduk patuh dan taat pada orang tua yang hadir sejak kemerdekaan hingga saat ini. Hal ini juga menjadi suatu penghargaan bagi para orang tua dahulu yang telah memperjuangkan bangsa ini.

“Sebagai ahli waris sumpah pemuda, saya sampaikan kepada pemuda bahwa Papua bagian sah dari Indonesia dan tak bisa dipisahkan oleh apapun. Kemerdekaan adalah buah pertama yang dipetik dari Sumpah Pemuda maupun Pepera,” jelasnya.

“Belajar yang baik dan bukan merongrong perjuangan yang sudah diakui dunia. Saya juga berharap guru, dosen dan pemuka agama bisa menyampaikan ini. Jangan hanya ilmu formal tapi juga menjelaskan tentang Pancasila. Ajarkan kepada umat maupun anak-anak yang sedang belajar. Itu tanggungjawab guru, dosen maupun pemuka agama,” ucap Ramses.

Upaya yang selama ini dilakukan oleh NRFPB. KNPB, PRD dan ULMWP serta organisasi-organisasi yang ilegal lainnya untuk memisahkan Papua dari NKRI dikatakannya akan sia-sia karena Tuhan telah berkehendak atas ini.

“Saya sebagai orang tua balik bertanya apakah ada orang membangun rumah di dalam rumah, atau adakah orang yang membangun kebun di dalam kebun? itu tak pernah ada, apalagi PBB saat ini. Silahkan angkat kaki jika tak setuju dengan NKRI,” tegasnya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa tidak tempat bagi organisasi radikal dan bertentangan dengan Pancasila, baik itu teroris, komunis ataupun separatis. Pihaknya sangat mendukung kebijakan pemerintah untuk menghapuskan organisasi yang tak sesuai dengan Pancasila.

Ramses meyakini bahwa masyarakat akan mendukung pembubaran organisasi yang bertentangan dengan Pancasila ini, karena merekalah aktor penggangu keamanan yang selama ini meresahkan masyarakat

“Kalau mau buat sesuatu yang tidak sejalan dengan Pancasila, silahkan angkat kaki. Ini Papua bagian dari NKRI dan semua orang diatur dengan aturan, bukan buat semaunya. Aparat keamanan juga harus menindak, jangan didiamkan,” tegasnya. (**)

News Feed