oleh

Tokoh Papua mendesak agar Aparat Usut tuntas Jaringan KKSB OPM yang lakukan penembakan di Freeport

kitorangpapuanews.com —  Tokoh Pemuda Papua, Albert Ali Kabiay meminta aparat keamanan mengusut sampai akar jaringan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang disinyalir masih ada di lingkungan PT Freeport Indonesia. Desakan ini menyusul terkuaknya keterlibatan oknum sekuriti Freeport, Ivan Sambom alias IS dalam jaringan KKB di wilayah Mimika. Fakta temuan polisi terbaru, Ivan merupakan salah satu tokoh penting dalam gerakan kelompok kriminal bersenjata.

“Saya sebagai anak asli Papua mendukung penyelidikan yang dilakukan Polri. Kalau bisa diusut sampai tuntas agar terang benderang, saya yakini masih ada aktor-aktor lain, ivan-ivan lain dalam Freeport yang perlu diungkap lebih dalam,” ujar Ali  di Jayapura, Kamis (7/5). Ali yang juga aktif sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua menyesalkan tindakan Ivan Sambom. Sebagai sekuriti, Ivan seharusnya melindungi karyawan Freeport dari aksi teror, bukan malah ikut bergabung dengan kelompok teror.

“Tugas Ivan Sambom, seharusnya berkoordinasi bersama aparat keamanan, bukan malah bergabung dengan kelompok-kelompok yang bertentangan dengan NKRI. Karyawan Freeport yang harusnya dilindungi malah menjadi korban,” kata Ali.

Ali mengkhawatirkan adanya oknum karyawan lain yang terhasut untuk memata-matai aparat. Apalagi Ivan tercatat sebagai sekuriti Freeport sejak tahun 2004 yang kemudian memberikan informasi kepada KKSB sejak tahun 2009. “Ini sangat berbahaya karena yang bersangkutan telah memberikan informasi pergeseran pasukan TNI maupun Polri kepada KKSB. Maka itu, saya sangat mendukung proses hukum dan pengusutan lebih dalam terhadap Ivan,” tuturnya.

Menurut Ali, sudah sewajarnya aparat keamanan bertindak tegas terhadap terhadap KKB yang menebar teror kepada warga sipil. “Kelompok ini sudah melewati batas dan bisa dikatakan sebagai teroris karena mereka meneror warga dengan senjata,” ujar Ali.

Selain memberikan dukungan kepada aparat keamanan, Ali juga mengharapkan manajemen PT Freeport Indonesia lebih selektif dalam merekrut karyawan dengan melihat latar belakang setiap karyawannya. “Manajemen dalam hal ini HRD harus lebih selektif, kalau bisa HRD harus bisa melibatkan tim dari pusat dan daerah maupun TNI-Polri dalam perekrutan karyawan, apalagi karyawan Freeport bukan warga Indonesia saja, ada warga negara asing yang bekerja di dalamnya,” harapnya.

Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw menuturkan, aparat TNI- Polri di Timika beberapa kali telah melakukan langkah-langkah penindakan terhadap KKSB. Dia pun memastikan aparat keamanan akan melakukan tindakan tegas terhadap KKSB yang sering melakukan aksi yang mengganggu keamanan di Papua khususnya di Timika.

“Kita tidak akan membiarkan mereka lepas begitu saja, kita ini adalah alat negara dan negara tidak boleh lemah dengan kepentingan satu, dua pihak. Jadi aparat keamanan TNI- Polri akan melakukan upaya sedemikian rupa untuk melakukan upaya penegakan hukum di negara ini,” tegasnya, Selasa (5/5).

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Papua menemukan fakta baru dalam penyelidikan terhadap oknum sekuriti PT Freeport Indonesia, Ivan Sambom. Selain diduga ikut merancang atau menjadi aktor dibalik serangan KKB yang menewaskan pekerja asing, Ivan berperan aktif sebagai pengatur serangan dari beberapa aksi penembakan di Mimika.

News Feed