oleh

TOKOH MUDA PAPUA, ‘NATAL SEBAGAI MOMENTUM KEBERSAMAAN’

-Artikel-1.112 views

Jayapura, Kitorang Papua – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua menggagas perayaan kelahiran Yesus Kristus sebagai momen menyatukan pemuda dari berbagai agama.

“Natal Yesus sebagai pembawa damai, kita bersama-sama harus membawa damai. Mempererat tali persatuan dan kesatuan bangsa untuk mengembalikan kejayaan pemuda Papua. Saya pikir ini hal yang jauh lebih penting,” kata Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) KNPI Papua, Alberto G. Wanimbo, di Kota Jayapura, Minggu (25/11) lalu.

Untuk itu, panitia natal 2018 yang dibentuk pihaknya, tidak hanya pemuda Nasrani, tetapi juga pemuda dari lima agama lainnya.

“Jadi ketua panitianya Kristen, sekretaris panitia itu Muslim, kemudian struktur ke bawahnya agama yang lain berkolaborasi, agar ada acara keagamaan muslim kita yang dari Kristen kita masuk kita bertukar posisi untuk menjaga tali silaturahmi kita,” katanya.

Ia meminta pemuda bersatu. Jangan menjadikan agama sebagai pemecah-belah. Tetapi sebaliknya, keberagamanan itu semakin merekatkan toleransi dan kebersamaan.

Dirinya mengaku punya tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan dan kesatuan antarpemuda. Hal itu dilakukan melalui ibadah-ibadah dan pertemuan.

“Saya Gusdurian sejati, sehingga prinsipnya bahwa jika kita berbuat baik, orang tidak perlu tanya apa agamamu. Sehingga mari kita bersatu, selamatkan Papua Bangun Nusantara, demi meningkatkan toleransi di Tanah Papua,” kata Wanimbo.

Dikabarkan KNPI bakal merayakan natal bersama pada 16 Desember 2018 di Kota Jayapura.

Ketua Panitia Penyelenggara Natal dan Ucapan Syukur Pelantikan KNPI Papua periode 2018-2021, Otniel Deda, mengatakan Kota Jayapura sebagai pusat sehingga perayaan natal akan digelar di ibu kota Provinsi Papua ini.

“Kami berharap pemuda, pelajar/mahasiswa yang ada, untuk berpatisipasi dengan kami,” kata Deda.

Deda menuturkan natal kali ini akan dihadiri sekitar 6.000 orang. Momen tersebut menjadi momen kebangkitan pemuda.

Pada perayaan natal nanti juga digelar berbagai kegiatan, seperti, pertunjukan drama, pembacaan puisi, tarian lokal, dan tarian Nusantara, serta menghadirkan band-band dan artis-artis lokal.

“Kami meminta pemuda untuk bersatu, dan kami menunjukkan bakat-bakat yang sudah Tuhan berikan kepada kami, sehingga dalam mengisi acara natal nanti, tidak hanya diperankan oleh teman-teman beragama Nasrani. Tetapi juga kami akan mengundang teman-teman beragama Hindu, Budha, Konghucu, Muslim, dan Kristen itu sendiri untuk terlibat,” ujarnya.

“Kita akan koordinasi mereka hadir mengisi acara, baik paduan suara atau apa pun yang bisa mereka lakukan nanti ketika perayaan natal ini berlangsung,” lanjutnya.

Otniel Deda mengatakan, pihaknya akan tetap mengangkat tema “Bersatu Selamatkan Papua”. (*)

News Feed