oleh

Tokoh Agama Papua : Kebhinekaan adalah ciri umat beragama

Para tokoh agama di Jayapura, Papua, menyeru kepada masyarakat agar tidak tenggelam dalam keresahan, tetapi bersama-sama membangun persatuan, kebersamaan dan toleransi antar umat beragama. Hal itu menjadi kekuatan untuk menghadapi teror kekerasan yang akhir-akhir ini marak terjadi di Jayapura.

Seruan itu disampaikan seusai pertemuan para tokoh umat beragama, Senin (29/5/2017) pagi, di Kantor Keuskupan Jayapura kepada para awak media.

Hadir dalam pertemuan itu antara lain Dudung Abdul Koha dari Majelis Ulama Indonesia Papua, Pendeta Herman Saud, Uskup Jayapura Mgr Leo Laba Ladjar OFM, Ketua Sinode GKI Pendeta Albert Yoku, dan Pendeta Lipiyus Biniluk.

Mereka meminta umat beragama memperkuat dan memperkokoh persekutuan tidak hanya dengan mereka yang seiman, tetapi juga dengan mereka yang tidak seiman. Hal itu menjadi alat untuk menangkal provokasi-provokasi yang mungkin muncul.

Kejadian di padang bulan beberapa waktu yang lalu pun menjadi pembahasan para tokoh agama. Para tokoh memandang hal tersebut merupakan sesuatu yang dibesar-besarkan oleh beberapa orang yang menjadi provokator.

Para tokoh berharap, masyarakat jayapura dapat saling berdampingan, saling membantu dan saling mengasihi satu dengan yang lain walaupun berbeda suku dan agama, karena Papua adalah Indonesia yang memegang teguh kebhinekaan.

“Kita pupuk kerukunan dengan dasar kasih sayang sebagaimana diajarkan oleh Allah yang Maha Pengasih. Selain itu, tetap waspada terhadap informasi yang provokatif, dan tetap tenang berpikir dengan kepala yang dingin jika ada hal-hal yang terjadi di masyarakat,” kata Pendeta Herman Saud.

“Kita percayakan kepada TNI dan Polri untuk menjaga stabilitas keamanan di Jayapura. Tugas kita sebagai warga masyarakat yang beragama adalah membantu Pemerintah dan Aparat dalam mewujudkan kebhinekaan dan kerukunan antar umat beragama”, tambah Ketua Sinode GKI Pendeta Albert Yoku. (dees)

News Feed