oleh

Tokoh Agama Imbau Masyarakat Di Tengah Pandemi Taati Pemerintah

-Berita-14 views

Kitorangpapuanews.com – “Dalam perayaan lebaran kita tidak melaksanakan kunjung-mengunjungi, sesuai dengan instruksi Pemerintah dan juga Kementrian Agama dan Majelis Pusat bahwa kita tidak melaksanakan ibadah dalam bentuk kerumunan untuk menghindari tertularnya Covid-19,” ucapnya sebagaimana rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Rabu (29/4) kemarin.

Di tengah pandemi Covid-19, dua tokoh agama di papua imbau masyarakat untuk tetap mentaati anjuran pemerintah dalam menghadapi Covid-19. Ketua Nahdlatul Ulama Provinsi Papua H Toni Wanggai menyampaikan, dalam bulan suci ramadan umat muslim tetap beribadah di rumah saja, sesuai dengan surat edaran kementerian agama dan juga tausiah dari Majelis Ulama Indonesia dan Provinsi Papua untuk tetap melaksanakan ibadah suci bulan ramadhan seperti sholat sunah Taraweh, Tadarus, buka puasa bersama, dan juga sholat Jumat dalam bulan suci ramadhan dan sholat Idul Fitri di satu Syahwal nanti kita tetap beribadah di rumah.

Dirinya mengajak dalam bulan suci ramadan tetap taat terhadap aturan pemerintah baik Kementerian Agama, Majelis Ulama, sehingga kita tetap bisa terjaga dan dapat menrahmati, menjaga tolerasi kepada seluruh umat di Tanah Papua.

“Kami mengimbau kepada yang beragama muslim untuk tidak melaksanakan mudik pada perayaan Idul Fitri atau lebaran nanti, karena kita menjaga diri kita sendiri dan saudara-saudara, dan keluarga kita dari Virus Corona,” terangnya.

Dirinya mengajak umat muslim untuk beribadah dalam bulan suci ramadan ini dengan lebih banyak meningkatkan ibadah-ibadah kemanusian dengan banyak membantu saudara-saudara kita yang susah, baik secara ekonomi maupun pekerja-pekerja informal, mari kita saling membantu dengan memberikan sedekah dan mengeluarkan zakat dalam bulan suci Ramadan.

Hal serupa juga disampaikan Wakil Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pdt Hizkia Rollo menghimbau kepada masyarakat yang ada di Tanah Papua untuk tetap mentaati anjuran pemerintah dengan malakukan Sosial Distancing dan beribadah di rumah.

Sebagaimana mengutip satu ayat dari Matius 11 ayat 28 sampai 30 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan”.

Dirinya mengajak semua pihak untuk tetap tinggal di rumah, lakukan segala aktifitas di rumah termaksud peribadatan, kita ada di rumah itu juga adalah bagian bagaimana hubungan antara suami dan istri serta anak-anak di jaga, mungkin yang selama ini kesibukan kerja dan tanggung jawab kita berada di luar maka mari kita gunakan kesempatan ini secara baik.

Sebagai unsur pimpinan FKUB Provinsi Papua, ia juga mengimbau masyarakat di Tanah Papua menjaga dan menjujung tinggi toleransi umat beragama ditanah Papua, kita wujudkan kasih sayang persaudaraan kita.

“Kita jaga saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa, himbauan MUI dan Muhamadiya semua diterjemahkan secara baik. Juga di lingkungan gereja harus dijaga, kita sudah keluarkan semua seruan dan imbauan agar umat patuh mendengar dan melaksanakan apa yang di himbaukan,” terangnya.

Ia meyakini dalam suasana virus seperti ini, rasul Paulus juga berkata bahwa hidup adalah kristus dan mati adalah keuntungan tapi kalua hidup di dunia ini hidup harus memberi buah maka dalam suasana dunia dilanda oleh Virus Corona mari kita mau saling mengasih dan membagi dengan satu dan lainnya. “Yang berkelebihan menolong yang berkekurangan agar terjadi keseimbangan dalam kehidupan,” pungkasnya.

 

News Feed