oleh

Tokoh Adat Marind Merauke Minta Warga Tak Tularkan Corona

-Berita-186 views

Kitorangpapuanews.com – Maka dari itu, kami berharap musibah ini tak terulang kambali, saat dihadapkan pada corona COVID-19 ,” katanya, Selasa (14/4). Ia bahkan meminta perwakilan lembaga adat di tingkat kampung untuk terus mengingatkan masyarakat, khususnya masyarakat Suku Marind untuk waspada terhadap penyebaran virus corona.

Tokoh adat Suku Marind Anim Ha, Ignasius Ndiken minta warga di Kota Merauke tidak melakukan perjalanan ke sejumlah kampung, untuk menghindari penyebaran corona. Apalagi, penyebaran corona di Merauke sudah mengkhawatirkan dan pemerintah tetap menganjurkan masyarakat untuk tinggal di dalam rumah.

Ignasius mengisahkan, masyarakat Merauke khususnya Suku Marind mempunyai histori memilukan, berdasarkan catatan sejarah lembaga adat dan lembaga keagamaan katholik, pada tahun 1918 masyarakat Suku Marind pernah dihadapkan dengan penyebaran virus kolera dan mengakibatkan sebagian besar penduduk asli Merauke meninggal dunia.“Saya khawatir, virus ini menyebar hingga ke kampung yang dihuni warga lokal. Semua pihak harus kerjasama dalam penanganan penyebaran virus corona,” katanya.

Sementara itu, Juru bicara Penanganan COVID-19, Merauke Nevile Mustika mengatakan jumlah pasien dalam pengawasan yang tengah dirawat di RSUD Merauke berjumlah 6 orang, diantaranya 4 orang positif COVID-19, dan 2 orang masih menunggu hasil pemeriksaan laboraturim kesehatan.

“Ada penambahan pasien 1 orang yang positif COVID-19 dengan jenis kelamin laki-laki berumur 32 tahun. Pesien ini pernah kontak dengan pasangan suami istri yang positif COVID-19,” katanya. Selain itu, ada juga penambahan PDP, seorang wanita umur 20 tahun yang punya riwayat perjalanan ke Timika dan memiliki gejala mirip COVID-19.

 

News Feed