THEO HESEGAM SEBAR BERITA BOHONG UNTUK TUTUPI KEBIADABAN OPM

oleh

Kitorangpapuanews.com, Jayapura – Rabu (20/12/2017) Theo Hesegam, Pastor Jhon Djonga dan beberapa orang yang mengatasnamakan komisi pembela HAM Papua telah menyebarkan berita bohong terkait tindakan penyisiran dan penembakan Aparat TNI di Distrik Mugi. Di hadapan wartawan, Theo Hesegam dkk. sangat langang menuding Aparat telah melakukan penembakan sehingga menyebabkan 5 (lima) orang terkena tembakan dan beberapa rumah terbakar.

Sangat mencengangkan memang, bahwa di negara kita yang sarat akan hukum, kelompok tersebut berani mengeluarkan berita palsu di depan para jurnalis. Padahal berdasarkan  Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 28 ayat 1, jelas disebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

Fakta yang sebenarnya terjadi, bahwa pada hari jum’at (15/12/2017), tim investigasi datang ke Distrik Mugi untuk mendalami insiden penembakan pekerja sipil disertai perampasan senjata milik TNI yang dilakukan OPM. Setibanya di Camp Mugi Den Zipur 10, Tim mendapatkan tembakan dari kelompok OPM sehingga terjadi kontak. Dalam insiden tersebut memang telah terjadi aksi saling membalas tembakan antara Aparat dengan kelompok bersenjata, namun tidak terdapat sama sekali korban maupun rumah yang terbakar.

Disinyalir bahwa penembakan dan perampasan senjata TNI yang dilakukan oleh OPM di Distrik Mugi, telah mencoreng upaya kelompok separatis politik yang selama ini kerap menyudutkan Pemerintah dan Aparat melalui isu pelanggaran HAM. Dengan adanya kejadian tersebut tentu saja kembali membuat kita tersentak bahwa selama ini kelompok OPM lah yang telah meresahkan masyarakat Papua. Hal tersebut sangat bertolak belakang dengan apa yang digembar-gemborkan OPM selama ini bahwa Pemerintah yang telah menindas masyarakat Papua.

Situasi tersebut tentu saja sangat merugikan upaya propaganda yang telah dilakukan oleh kelompok separatis selama ini yang dilakukan oleh organisasi separatis politik Papua maupun Theo Hesegam dkk. Parahnya lagi, bahwa insiden penembakan tersebut terjadi tidak lama setelah peringatan hari HAM sedunia pada tanggal 10 Desember lalu. Oleh karena itu kelompok “OPM Berdasi” yang antara lain Theo Hesegem dan Pastor Jhon Djonga berupaya mengaburkan fakta dan mengalihkan perhatian masyarakat dengan menebarkan berita bohong terkait penembakan yang telah dilakukan oleh Aparat TNI. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *