oleh

Terungkap sudah siapa sebenarnya Anggota TPN-PB

-Artikel, Sosial-1.435 views
Kelompok Bersenjata TPN/OPM-PB (Foto : Iustrasi)

Mungkin selama ini masyarakat masih banyak yang bertanya, seperti apakah sosok-sosok yang tergabung dalam TPN/OPM tersebut? Pembela Papua kah? Petugas Keamanan kah? Atau hanya segerombolan orang-rang yang tak memiliki tujuan pasti? Inilah jawabannya.

Seorang anggota Tentara Pembebasan Nasional-Papua Barat (TPN/OPM-PB) yang juga merupakan rohaniawan Bernard Yulianus Arim (38) diamanakan petugas keamanan Polsek Jayapura Utara kerana melakukan percobaan pemerkosaan,“ Selasa/18/4/2017.

Saat ditemui di Kantor Polisi Japut, anggota TPN-PB Bernard Yulianus Arim mengaku dan membenarkan kasus percobaan pemerkosaan yang dilakukanya.

Bernard yang beralamat di jalan sungai tami Dok VIII atas itu mengatakan bahwa, “Saya datang ke Polsek Japut bermaksud melapor karena Suami dari korban percobaan pemerkosaan yang saya lakukan mencari-cari saya, saya ketakutan, jadi saya menyerahkan diri saja”, tuturnya.

Selain dari pada kasus percobaan pemerkosaan, Bernat pun dikenai pasal lain dikarenakan membawa atribut-atribut Papua Merdeka. Hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan penahanan terhadap Bernat atas kasusnya.

Kepada aparat keamanan, Bernat mengakui bahwa, Ia merupakan anggota TPN-PB dibawah pimpinan Panglima Brigadir Jenderal Richard H. Joweni yang berpangkat Letnan Kolonel.

Dari hasil pemeriksaan terhadap Bernat, aparat keamanan menemukan sebuah tas yang berisikan Dokumen TPN-PB, Kaset CD dan Flash Disk serta memory Card yang berisikan kegiatan maupun lagu-lagu Papua Merdeka, termasuk siapa saja anggota TPN/OPM-PB sekaligus track recordnya yang ternyata banyak juga yang terlibat kasus-kasus seputar, miras, asusila dan lain-lain.

Selain sebagai seorang anggota TPN/OPM-PB, Bernat juga merupakan seorang rohaniawan. Sungguh tidak sepatutnya jika seorang rohaniawan melakukan tindakan bejad seperti pemerkosaan.

Media sempat mewawancarai beberapa masyarakat terkait penangkapan Bernat.

Seorang Mahasiswa Felix angkat bicara mengenai hal tersebut, “Saya kira membela kepentingan rakyat Papua, ternyata hanya merusak saja, hanya buat perkosa saja”.

“Kami tidak terima mereka ada di daerah kami, karena ternyata hanya kedok saja jadi rohaniawan, berbicara bela Papua tapi malah perkosa perempuan Papua” Tutur Wegai seorang pedagang sayuran.

Dan yang terakhir adalah pernyataan dari seorang mamak yang tidak mau disebutkan identitasnya “Kami Wanita Papua akan bersatu melawan TPN/OPM-PB, ternyata dorang hanya buat sengsara Wanita Papua saja, mereka suarakan palsu semua, bohong”. (DS)

News Feed