Teror KKB Berakhir, Warga Puncak Arak Bendera Merah Putih di Ilaga

oleh -23 views

Kitorangpapuanews.com – Puncak – Pemerintah Puncak memastikan kondisi keamanan di wilayah Ilaga telah kondusif, sejak Kamis (3/10). Kondusifnya wilayah itu ditandai dengan prosesi perdamaian khas Pegunungan Tengah dilanjutkan aksi mengarak bendera merah putih di Ilaga, Ibu Kota Puncak.

Bupati Puncak, Willem Wandik menegaskan, pimpinan TPN-OPM (kelompok kriminal bersenjata) Lekagak Telenggen sudah menyatakan tidak akan berperang lagi di Ilaga, wilayah Ibu Kota Kabupaten Puncak. Ini menandakan berakhirnya teror penembakan di wilayah itu.

“Semua warga sudah menyatakan kembali ke tempat tinggalnya, ditandai dengan mereka (masyarakat) membawa bendera merah putih secara bersama-sama,” kata Bupati Puncak Willem Wandik seperti dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima Indonesiainside.id, Minggu (6/10).

Menrut Willem Wandik, aktifitas masyarakat, baik pedagang maupun tukang ojek sudah kembali berjalan. Demikian pula roda perekonomian di Pasar Ilaga berangsur normal. “Puncak sudah aman, kios-kios sudah buka, aktifitas Pasar Ilaga sudah jalan, kemudian ojek-ojek juga sudah melayani masyarakat,” terangnya.

Selain perekonomian, Willem Wandik akan memastikan aktifitas Pemerintahan Kabupaten Puncak berjalan normal. Bahkan, dia akan memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati, pada Senin (7/10) esok pagi.

“Saya pastikan pemerintahan sudah normal. Saya akan memimpin apel pagi untuk menunjukan Puncak sudah kondusif, seperti biasanya lagi,” kata Willem Wandik.

Willem Wandik meminta masyarakat yang mengungsi agar segera kembali ke Ilaga. Dia pun memastikan adanya jaminan keamanan dari Pemerintah Puncak. “Masyarakat jangan takut, saya sebagai Kepala daerah siap menjamin keamanan bagi kalian,” tegasnya.

Sebelumnya, sekitar 500 warga Kabupaten Puncak, Papua, mengungsi ke sejumlah Pos Pengamanan TNI-Polri di wilayah Ilaga akibat teror kelompok kriminal bersenjata (KKB), pada Sabtu (28/9) malam. Selain teror penembakan, kelompok bersenjata juga membakar sejumlah rumah.