oleh

TERBUKTI, KKSB OPM Pelaku Pelanggaran HAM Selama Ini di Papua.

-Artikel, News-1.797 views

Kitorangpapuanews.com – Pernyataan bertanggung jawab KKSB OPM terhadap mencabut nyawa warga sipil adalah perbuatan Pelanggran HAM Berat. Ini lah bukti nyata perbuatan KKSB OPM yang selama ini merusak kedamaian di Papua. Kelompok Kriminal Separatis Organisasi Papua Merdeka (KKSB OPM) penganut garis keras sering bertindak kejam dan tidak berperikemanusiaan. Sudah sepantasnya KKSB OPM ditumpas karena selalu menyengsarakan masyarakat.

Pergerakkan KKSB OPM ini dinilai banyak pihak kian mengancam. Bukan hanya mengintimidasi, mereka dengan keji memperlakukan warga tanpa pandang usia. Mulai anak-anak hingga dewasa. Bahkan, mereka tak segan untuk menghilangkan nyawa korbannya. Aksi separatis ini juga menuai banyak protes, mereka menggaungkan HAM, sementara mereka melanggar HAM sendiri dengan bertindak melampaui batas dan keji

Yang terjadi baru-baru ini adalah aksi penyerangan KKSB OPM terhadap para pegawai PT Freeport  mengakibatkan 3 orang tertembak, satu diantaranya pekerja warga asing asal New Zealand namanya Graeme Thomas Wall akhirnya meninggal dunia dan dua korban lainnya Jibril M A Bahar dan Ucok Simanungkalit terluka akibat kena serpihan peluru.

Kepala Perwakilan Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Provinsi Papua, Frits Ramadey mendesak selayaknya pemerintah menyebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) disebut sebagai teroris kelas dunia, karena aksi-aksinya sama persis dengan teroris yang saat ini menjadi musuh dunia. Frits menyebutkan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2018, tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 15 tahun 2003, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2002, tentang pemberantasan tindak pidana terorisme menjadi undang-undang, maka, KKB Papua pantas diberi lebel teroris kelas dunia.

“KKB Papua tak peduli dengan keadaan saat ini, dimana pandemi corona covid-19 sedang terjadi, KKB ini telah melanggar pasal 1 UU yang disebutkan diatas. KKB ini terbukti menggunakan kekerasan dan menimbulkan suasana teror secara meluas, yang dapat menimbulkan korban,” jelasnya.

Tokoh Pemuda Papua, Albert Ali Kabiay menilai Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB OPM) pelaku penembakan karyawan Freeport layak dicap sebagai teroris karena menebar aksi teror di tengah pandemi virus corona. Ali memandang aksi kekerasan oleh KKSB OPM sudah cukup mengkhawatirkan karena telah berulang kali hingga menyebabkan korban berjatuhan. Padahal sangat jelas, masyarakat sipil tidak berhak menggunakan senjata.

“Sejak lama hak rasa aman bagi orang-orang di Papua sangat terganggu dengan adanya KKSB OPM yang terus melakukan kekerasan dan intimidasi. Mereka menyalahgunakan senjata, walaupun sebenarnya mereka hanya masyarakat sipil dan tidak berhak menggunakan senjata atau memiliki senjata,” ungkapnya

Maraknya kabar akan kekejaman OPM atau KKSB ini kian hari kian meresahkan. Seolah menunggu korbannya lengah, mereka akan bergerak secepat kilat. Membabat habis setiap pihak yang bersilangan dengan organisasi yang menaunginya. Penyataan KKSB OPM yang bertanggung jawab atas mencabut nyawa oranga dalah perbuatan Pelanggran HAM Berat. Seharusnya Pemerintah daerah gubernur, bupati, aktivis HAM, para tokoh pendeta menyerukan untuk KKSB OPM menyerahkan diri dan mendukung aparat TNI-Polri untuk melindungi masyarakatn. Bukan terbalik mendukung para Teroris KKSB OPM yang telah membunuh masyarakat Papua selama ini.

Sehingga pemerintah diharap untuk fokus perangi organisasi yang tak berperikemanusiaan ini. Kalau perlu babat habis hingga ke akarnya. Bukankah pemerintah telah melunak saat memberikan kesempatan mereka untuk bergabung dengan NKRI. Bukan menyambut baik, malah mereka kian membabi buta menyerang tanpa ampun. Kini, pemerintah tak perlu basa-basi, kerahkan segala kekuatan untuk melawan Organisasi Papua Merdeka.

News Feed