oleh

Terapkan e-Ticketing Kapal Penumpang di Maluku dan Papua

-Ekonomi-123 views

Kitorangpapuanews.com – “e-ticketing ini adalah suatu keniscayaan yang kita lakukan. Cepat atau lambat penerapan e-ticketing di lingkungan kegiatan transportasi penumpang laut itu adalah suatu keharusan, di mana yang paling utama konsen kita terhadap e-ticketing ini adalah masalah keselamatan itu menjadi salah satu tugas pokok kita,” ujar Tenaga Ahli Menteri Perhubungan Bidang Pelayanan Transportasi Laut, Kemaritiman, dan Tol Laut Achmad Muchtasyar dalam keterangannya, Kamis (6/2/2020).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) menerapkan sistem e-ticketing untuk kapal penumpang di Pelabuhan, khususnya Wilayah Maluku dan Papua. Dengan adanya sistem e-ticketing ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan penumpang hingga keselamatan pelayaran.

Hal itu diucapkannya saat membuka acara Sosialisasi Penerapan e-ticketing Kapal Penumpang di Pelabuhan untuk wilayah Maluku dan Papua di Hotel Natsepa Ambon. Achmad mengungkapkan pelaksanaan transportasi penumpang kapal ini sebelumnya belum terdata dengan baik.

“Sebagaimana yang kita alami sekarang, ada data-data secara manual tetapi betapa sulitnya merekap apalagi pada suatu kondisi yang padat (peak season) seperti misalnya saat masa Nataru (Natal dan Tahun Baru) dan Lebaran,” ucap Achmad.

“Jangankan pada kondisi tertentu, pada kondisi reguler saja kadang-kadang banyak sekali penumpang gelap terutama di transportasi laut, padahal jangan sampai kalau memang terjadi kecelakaan bagaimana kita mendatanya,” tambahnya.

Achmad mengatakan penerapan e-ticketing dapat meningkatkan kenyamanan penumpang, mempermudah melakukan pengawasan, pengendalian dan pengaturan pelayanan penumpang barang dan kendaraan di pelabuhan. Lalu mempermudah untuk memperoleh data penumpang dan barang di kapal penumpang dalam rangka mendukung terciptanya keselamatan berlayar.

Sebelumnya, pada tahun 2018 penerapan sistem e-ticketing kapal penumpang telah dilaksanakan di empat pelabuhan. yaitu di Pelabuhan Muara Angke, Tanjung Perak, Bau-Bau, dan Tulehu.

“Sesuai dengan Renstra Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2020-2024 disebutkan bahwa sistem e-ticketing kapal penumpang di Pelabuhan akan dilaksanakan di seluruh pelabuhan di Indonesia,” kata Achmad.

Lebih lanjut Achmad mengatakan bahwa untuk mengubah sistem ini bukan hal yang mudah tetapi mau tidak mau harus mulai bergeser untuk suatu peradaban atau budaya yang baru. Selain itu, Achmad meminta kepada operator IT untuk mendalami budaya yang terjadi selama ini serta bagaimana menyiasatinya.

“Atas dasar itulah marilah kita sama-sama pemangku kepentingan di sini, pelaku di lingkungan Ditjen Hubla ayolah kita sama-sama untuk bagaimana kita berstrategi dalam penerapan e-ticketing ini,” tuturnya.

“Kita tidak hanya sekadar bicara mengenai masalah sistem, sekarang kita berbicara lebih dari itu yaitu culture case bagaimana merubah budaya masyarakat yang sudah berpuluh-puluh tahun nyaman dengan cara itu. Saya minta operator juga progresif, cepat, tetapi juga jangan tinggalkan apa yang terjadi sehingga mudah diserap perubahan culture itu,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Sistem Informasi dan Sarana Prasarana Capt. Rudi Susanto dalam laporannya mengatakan bahwa dalam rangka penerapan sistem e-ticketing kapal penumpang di pelabuhan, Ditjen Hubla telah melakukan beberapa tahapan.

Salah satunya telah dikeluarkannya Surat Edaran Ditjen Hubla Nomor SE.2/DJPL/2020 tentang penerapan e-ticketing kapal penumpang di pelabuhan yang harus sudah dilaksanakan secara maksimal pada tanggal 30 April 2020.

News Feed