oleh

Tepis Isu Sekolah Dijadikan Markas TNI Saat Bertugas, Prajurit TNI Sebenarnya Menjadi Guru Di Sekolah

Kitorangpapuanews.com – Isu pemberitaan yang mengatakan siswa sekolah satu atap SD dan SMP di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua tidak bersekolah selama beberapa bulan terakhir, dikarenakan gedung sekolah mereka ditempati TNI yang bertugas di sana adalah tidak benar.

Kondisi yang sesungguhnya Prajurit TNI bukan menempati sekolah tersebut untuk dijadikan markas saat bertugas, melainkan membantu kegiatan belajar mengajar siswa satu atap SD dan SMP di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dari prajurit TNI untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, serta memotivasi belajar siswa dan siswi sekolah tersebut.

Dalam kegiatan itu, prajurit TNI mengajarkan tentang membaca dan menulis kepada anak-anak sekolah.

Selain menjarar, prajurit TNI memberikan pendampingan dan motivasi kepada anak-anak tersebut agar dapat terus bersemangat dalam menuntut ilmu di sekolah.

Bukan tanpa alasan, Prajurit TNI menjadi tenaga pengajar dikarenkan sejumlah guru memilih untuk tidak mengajar di sekolah Distrik Hitadipa tersebut.

Hal tersbut dikarenakan guru yang selama ini mengajar merasakan trauma akibat penyenderaan maupun ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sehingga enggan untuk mengajar disekolah.

Seperti diketahui beberapa bulan belakangan ini sering terjadi aksi penyerangan yang dilakukan oleh KKB yang tidak segan menyerang warga sipil seperti kejadian penembakan warga sipil yang berprofesi tukang ojek bernama Badawi pada Kamis (17/9/2020), penyerangan Koramil Persiapan Hitadipa pada Sabtu (19/9/2020) yang menewaskan anggota TNI bernama Pratu Dwi Akbar Utomo serta penembakan Pendeta Yeremia Zanambani pada Sabtu (19/9/2020). [ KLd ]

News Feed