Tahukah kamu? 10 hal ini akan membuatmu tercengang akan Papua.

oleh

Papua, pulau terkaya dan terbesar ini memang sering mendapat stereotip terbelakang. Mengidentikkan papua dengan keterbelakangan mereka mungkin berdasarkan ketidaktahuan kita dan citra yang digambarkan media selama ini tentang mereka. Namun, tahukah kalau di Papua, kehidupannya sudah lama jauh lebih maju dan menakjubkan dari yang kita bayangkan? Pembangunan secara berkelanjutan di lakukan oleh pemerintah untuk membuat Papua menjadi daerah yang mampu bersaing dan memiliki kesejahteraan yang setara dengan daerah lain, perhatian pemerintah saat ini banyak tercurah kepada Papua dalam bidang pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan pariwisata.

Berikut ini 10 fakta yang akan membuatmu berpikir ulang tentang papua :

1.Tol Trans Papua membentang dari utara hingga selatan nan elok dipandang

Sejak 2014, pemerintah Indonesia benar-benar ingin Papua berubah sehingga dipercepat ekonominya dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Proses mensejahterakan tersebut haruslah dimulai dengan pembangunan infrastruktur yang memadai pula. Tol Trans Papua yang direncanakan memiliki 4.325 kilometer (KM), dan yang tersambung saat ini sudah mencapai 3.667 KM atau sekitar 85 %. Tidak hanya untuk kepentingan infrastruktur, namun tol ini juga indah dilihat.

2. Mall Jayapura, Mall terbesar di Jayapura

Siapa bilang di Jayapura tidak ada pusat perbelanjaan besar seperti Mall? Di Papua khususnya kota Jayapura juga merupakan pusat perekonomian yang besar dan telah banyak pusat perbelanjaan modern disana. Mall ini merupakan pusat perbelanjaan yang didalamnya banyak penyewa seperti Hypermart, J.CO, Matahari Departement Store dan Cinema XXI juga ada disini. Selain itu jika kita jalan-jalan di Jayapura tidak sulit kok cari kebutuhan era saat ini.

  1. Liburan Tak usah panik karena Hotel Internasional telah banyak di Papua

Nama-nama hotel seperti Swis-Bell, Aston dan Horison mungkin sering kalian dengar bagi penikmat travelling. Ya, jangan kira berkelana di sana hanya akan menemukan hutan atau tinggal di gubug-gubug murah. Karena nyatanya justru hotel-hotel dengan fasilitas terbaik tersebut juga sudah ada di Papua. Hal ini bahkan membuat Papua menjadi salah satu tujuan wisata paling mahal karena pembangunan dan eksotisme daerahnya membaur dengan baik.

  1. Sekolah bertaraf Internasional di Papua (Ob Anggen School)

Ob Anggen School adalah model institusi pendidikan modern dan bertaraf internasional di pedalaman Papua. Ob Anggen School berdiri sejak 2007 yang awalnya diperuntukkan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), disini pengajarnya langsung dari Amerika dan bahasa pengantarnya adalah bahasa Inggris. Kini Ob Anggen School juga memiliki TK dan SD. Jadi jika ngomongin pendidikan di Papua, sebenarnya di Papua gak tertinggal banget kok. Malah sudah lebih terfasilitasi setara sekolah mahal.

  1. Prestasi Pemuda yang mendunia

Tahukah kalian nama-nama seperti Boas Salosa, Fredi Numberi dan Ari Sihasale dari tanah Papua? Mereka merupakan anak-anak Papua yang memiliki kiprah nasional bahkan internasional. Pemain timnas Boas Salosa yang membawa harum nama timnas di kancah internasional, bapak Fredi Numberi yang pernah didapuk menjadi mentri perikanan dan kelautan di era kepemimpinan pak SBY dan Ari sihasale yang merupakan sineas muda dengan menelurkan film-film berkualitas di tanah air.

Ini hanya segelintir potret Papua yang sudah menjelma jadi semakin berkembang. Bedanya, di sana alamnya banyak yang masih perawan, sementara di pulau lain telah terjamah pembangunan. Meski banyak isu tentang biaya hidup dan keterbatasan, lambat laun akan banyak orang yang berminat untuk tinggal di Papua.

  1. Otonomi Khusus Papua

Papua memiliki keistimewaan dibandingkan dengan Provinsi lainnya di Indoesia, Papua memiliki keleluasaan lebih dalam mengelola daerahnya. Sehingga menjadi kesempatan yang sangat baik bagi pemerintah daerah dan masayarakat Papua untuk mengembangkan daerahnya sendiri demi kesejahteraan orang Papua.

Dalam rangka otonomi khusus Provinsi Papua (dan provinsi-provinsi hasil pemekarannya) mendapat bagi hasil dari pajak dan sumber daya alam sebagai berikut:

  1. Pajak Bumi dan Bangunan sebesar 90% (sembilan puluh persen)
  2. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan sebesar 80% (delapan puluh persen)
  3. Pajak Penghasilan Orang Pribadi sebesar 20% (dua puluh persen)
  4. Kehutanan sebesar 80% (delapan puluh persen)
  5. Perikanan sebesar 80% (delapan puluh persen)
  6. Pertambangan umum sebesar 80% (delapan puluh persen)
  7. Pertambangan minyak bumi 70% (tujuh puluh persen) selama 25 tahun terhitung dari tahun 2001. Mulai tahun ke-26 menjadi 50% (lima puluh persen)
  8. Pertambangan gas alam 70% (tujuh puluh persen) selama 25 tahun terhitung dari tahun 2001. Mulai tahun ke-26 menjadi 50% (lima puluh persen).

Sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh persen) penerimaan Pertambangan minyak bumi dan gas alam dialokasikan untuk biaya pendidikan, dan sekurang-kurangnya 15% (lima belas persen) untuk kesehatan dan perbaikan gizi.

  1. Program ADEM bagi anak-anak sekolah

Salah satu kebijakan untuk percepatan dan pemerataan pendidikan nasional adalah dilaksanakannya program ADEM bagi siswa Papua dan Papua Barat yang merupakan implementasi dari UU Nomor 35 tahun 2008, UU Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua, Perpres Nomor 65 tahun 2011 dan Permendikbud Nomor 72 tahun 2013.
“Dengan adanya Program ADEM diharapkan dapat meningkatkan keterjangkauan dan kepastian memperoleh layanan pendidikan berkualitas bagi peserta didik yang memiliki kemampuan akademik yang baik khususnya bagi siswa Papua dan Papua Barat yang bersekolah yang ditunjuk pada 6 provinsi,” kata Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen, Kemdikbud) Hamid Muhammad.

  1. Taraf kesehatan di Papua meningkat

Mungkin kita berpikir bahwa taraf kesehatan di Papua belum berkembang. Namun, buang jauh-jauh pikiran tersebut, karena berikut ini beberapa kemajuan taraf kesehatan di Papua yang akan terus dikembangkan dan ditingkatkan, baik dari fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan sampai jaminan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah bagi warga Papua untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Papua.

  1. Fasilitas Olahraga

Persiapan Papua untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 semakin matang. Tidak lama lagi, Kabupaten Mimika akan memiliki sebuah Kompleks Olahraga bertaraf Internasional yang pembangunannya dibantu oleh PT Freeport Indonesia.

Kompleks olahraga yang akan diberi nama Mimika Sport Complex (MSC) ini sudah mulai dibangun sejak 2013 di lahan seluas 12,5 hektare milik Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, dengan fasilitas stadion tertutup, stadion terbuka, asrama atlet, dan bangunan penunjang lainnya.

  1. Beasiswa untuk siswa/siswi berprestasi di Papua

Pemerintahan Provinsi Papua dan Papua Barat menyiapkan anggaran Rp 100 miliar untuk beasiswa pendidikan di dalam dan luar negeri.

Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Beranda Henan di Manokwari, mengatakan, dana bantuan beasiswa tersebut bersumber dari dana otonomi khusus yang akan diberikan khusus bagi anak-anak asli Papua. (DS)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *