oleh

Suryanta Cs Provokator Makar Papua Merdeka, Ajukan Eksepsi Minta Dibebaskan

-Artikel-927 views

Kitorangpapuanews.com – Terdakwa kasus  Makar terhadap NKRI Paulus Suryanta Ginting, Charles Kossay, Ambrosius Mulait, Isay Wenda, Anes Tabuni, dan Arina Elopere mengajukan eksepsi atau nota keberatan. Dalam eksepsi mereka, para terdakwa meminta hakim membebaskan mereka dari sel tahanan.

Siapa sebenarnya Paulus Suryanta Ginting Polisi menyebutkan, Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), Paulus Suryanta Ginting (PSG), ternyata ada dibalik kerusuhan berperan sebagai perantara ke media asing untuk menginformasikan isu kemerdekaan Papua. sebagai inisiator aksi unjuk rasa yang digelar di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, 

Suryanta cs diketahui telah menggelar tiga kali pertemuan untuk merencanakan aksi unjuk rasa tersebut menuntut kemerdekaan Papua terhadap Indonesia

Sangat tepat penuntut hukum menuntut enam aktivis ini yang dinilai melanggar Pasal 106 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau Pasal 110 ayat 1 KUHP. Pasal 106 KUHP ini mengatur terkait makar dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya 20 tahun. 

Selain itu,enam aktivis ini juga didakwa Pasal 110 ayat 1 KUHP yang mengatur tentang soal permufakatan jahat untuk melakukan kejahatan

Sangat jelas, perbuatan para terdakwa melakukan makar dengan maksud untuk memisahkan Provinsi Papua dan Papua Barat dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, Terdakwa bersama-sama melakukan perbuatan yaitu makar dengan maksud supaya seluruh atau sebagian wilayah negara jatuh ke tangan musuh atau memisahkan sebagian dari wilayah negara ” kata Permana membacakan surat dakwaan.

Isu kemerdekaan yang terus disebarluaskan oleh Suryanta cs  tidak hanya memicu penolakan atas pergerakan mereka tetapi juga telah memberikan pandangan negatif oleh masyarakat.

Seharusnya kita sebagai rakyat tidak memperkeruh situasi dengan isu “Kemerdekaan Papua” melainkan harusnya kita lebih concern mengawasi maupun mendukung pembangunan di Papua, demi terwujudnya pembangunan yang optimal, dengan demikian akan mendukung peningkatan perekonomian maupun kesejahteraan masyarakat setempat.

 

 

News Feed