oleh

SURYA ANTA CS TERBUKTI SECARA HUKUM MELAKUKAN MAKAR TERHADAP NKRI, VERONICA KOMAN MASIH BERKELIARAN BEBAS

-Artikel, News-94 views

Kitorangpapuanews.com – Terbukti dengan hukum suryanta ginting melakukan makar terhadap NKRI, sangat berbahaya tersangka melakukan penyebaran paham separatisme terhadap kalangan pelajar. Tersangka berkedok aktivis HAM akan tetapi memiliki tujuan makar. Pemerintah dan aparat kemanaan harus konsisten melakukan tindakan tegas menangkap para pengikut mahasiswa, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang selama ini melakukan aksi makar dengan tujuan memisahkan Papua dari NKRI. 

Terdakwa aktivis Papua Suryanta Ginting Cs dinyatakan terbukti melanggar Pasal 106 KUHP jo Pasal 55 KUHP tentang makar. “Mengadili pertama menyatakan terdakwa saudari Ariana Eleopere alias Wenebita Gwijangge bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan yang kesatu.

Dua, menjatuhkan pidana berdasarkan dakwaan kesatu selama sembilan bulan,” kata Hakim Agustinus membacakan vonis Ariana Eleopere dalam siaran langsung di akun Instagram @fri_westpapua, Jumat (24/4/2020), seperti dikutip Antara.

Hukuman sembilan bulan itu dijatuhkan kepada lima orang, yaitu Suryanta Ginting, Ariana Eleopere, Dano Anes Tabuni, Charles Kossay dan Ambrosius Mulait dengan pasal yang sama terkait makar. Sedangkan terdakwa Issay Wenda dijatuhkan hukuman lebih ringan, yakni 8 bulan penjara. Issay juga turut terbukti melakukan makar.

 Saat dihubungi, salah satu penasihat hukum dari keenam aktivis Papua itu, Michael Hilman mengatakan, para terdakwa sedang berkoordinasi untuk mengambil langkah hukum selanjutnya. “Nanti kita akan koordinasi ke kawan-kawan tapol untuk membicarakan apakah lanjut atau tidak, tapi ada dua tapol yang konsisten mau berapa pun hukuman kami akan tetap jalan atau banding,” kata Michael saat dihubungi wartawan.

Untuk diketahui, sidang keenam aktivis Papua itu berjalan sudah selama lima bulan lamanya. Kasus ini bermula dari penangkapan Suryanta CS oleh polisi karena pengibaran Bendera Bintang Kejora saat unjuk rasa di depan Istana Negara Jakarta pada 28 Agustus 2019. Keenamnya ditangkap secara terpisah pada 30 dan 31 Agustus 2019 atas tuduhan makar pada aksi 28 Agustus 2019.

Selain 6 tahanan makar, tentu kita masih ingat dengan veronica koman salah satu tersangka makar yang saat ini masih dalam status buronan masih berkeliaran bebas.  

 

News Feed