SURAT TERBUKA: KO ANGGOTA DPRD NDUGA JANGAN SEBAR ISU BOHONG

oleh

Jayapura, Kitorang Papua – Leri Gwijangge yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Nduga mencoba memprovokasi publik melalui berita yang diterbitkan oleh media online.

Leri mengaku telah mengajak masyarakat untuk kembali ke rumah mereka di Mapenduma, namun upayanya gagal, katanya dia menyaksikan sendiri bagaimana warga Mapenduma harus bertahan di hutan.

Benarkah hal itu dilakukan oleh Leri?

Pertanyaan saya, sedemikan takutnya kah mereka sehingga masih bertahan di hutan? Jika benar, mengapa Leri tidak ditemani oleh aparat keamanan yang ada di Mapenduma saat pergi ke hutan?

Saya tidak yakin apa yang disampaikan Leri itu benar, bagi saya itu hanya bualan/MOP saja. Mengapa?

  1. Anggota TNI/Polri telah berjaga untuk mengamankan warga dan siap membantu evakuasi warga yang berada di hutan
  2. Anggota TNI/Polri tidak menyakiti masyarakat Nduga, keberadaan aparat keamanan tersebut memburu kelompok Egianus Kogoya
  3. Warga di Mapenduma telah merayakan Natal bersama TNI/Polri, ini membuktikan TNI/Polri ada bersama masyarakat dan melindunginya.

Jadi sangat tidak masuk akal dengan situasi yang ada di Mapenduma saat ini, lalu warga masih berada di hutan enggan kembali ke rumah. Kecuali dia adalah bagian dari pelaku pemantaian di Nduga.

Pendapat saya, Leri tidak mengungkapkan fakta sebenarnya. Jadi Ko Leri, jangan membuat gaduh di media, situasi kini sudah kondusif, masyarakat di Mapenduma merayakan Natal dan Tahun Baru bersama.

Sebagai anggota DPRD yang merupakan figur jangan sebarkan atau berkata bohong untuk melindungi kelompok-kelompok tertentu dan jangan jadikan alasan untuk meminta TNI/Polri ditarik dari Mapenduma.

Ingat 21 korban yang dibantai kelompok Egianus Kogoya? Mereka meninggalkan keluarga yang sampai saat ini masih mengharapkan pelakunya ditangkap, tidak mudah bagi mereka melupakan peristiwa sadis itu.

Perlu diingat! Bahwa TNI/Polri punya kewajiban uantuk menangkap mereka, bila tidak tertangkap maka itu menjadi hutang kepada keluarga korban.

Sekali lagi saya katakan, sebagai figur publik jangan buat persoalan baru dengan memberikan keterangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Sargent Edward Giks

Jayapura, 8 Januari 2019

(*)