Surat Pembaca : Penegakkan Hukum di Papua adalah Untuk Kebaikan Seluruh Masyarakat

oleh

Menyikapi pernyataan dan doa seorang tokoh agama pada peringatan HUT kota Mulia untuk Goliat Tabuni yang mengklaim dirinya panglima TPN/OPM yang kerap melakukan kekerasan bersenjata di wilayah Puncak Jaya terhadap masyarakat, sangatlah wajar, dikarenakan seorang pendeta selaku pelayan umat mendoakan yang baik kepada siapapun baik itu orang baik, pencuri, pemberontak.

Tokoh agama dan pemimpin agama memiliki peran strategis menyebarkan kedamaian, bukan sebaliknya. Tokoh agama akan selalu mendoakan umatnya untuk kembali ke jalan yang benar, jalan yang sesuai dengan aturan Tuhan dan aturan manusia yang dibentuk melalui pemerintahan yang sah secara hukum, sesuai dengan Roma 13:1-8 13:1 (Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah)

“Setiap orang haruslah taat kepada pemerintah, sebab tidak ada pemerintah yang tidak mendapat kekuasaannya dari Allah dan pemerintah yang ada sekarang ini, menjalankan kekuasaannya atas perintah dari Allah”.

Para umat dengan tekun mendoakan para pemimpin rohani, pendeta dengan penginjil dengan api doa safaat yang tidak berhenti. Karena pelayanan mereka adalah sebuah peperangan rohani untuk menciptakan kedamaian dan kesejahteraan umat.

Doa safaat tidak boleh diabaikan oleh umat. Khususnya doa untuk para pemimpin rohani, karena hal itu adalah kunci dalam menyampaikan berita kabar baik kepada dunia. Doa lah yang mempersiapkan jalan untuk penginjilan; doa lah yang memantapkan pekerjaan penginjil ; doalah yang memelihara keabadian buah penginjilan ;dan doalah yang mengadakan para penuai .

Doa yang dipanjatkan kepada Tuhan umumnya doa tentang kebaikan dan kemuliaan. Aparat pemerintahan SKPD,TNI/Polri merupakan alat negara, alat pemerintahan yang dibuat atas dasar hukum untuk kedamaian seluruh umat Tuhan, mereka bekerja untuk kesejahteraan, kedamaian, keamanan seluruh umat agar tidak ada penindasan dan perbuatan sewenang wenang dari kelompok kelompok yang masih berbuat kekerasan, mengangkat senjata, mengatasnamakan perjuangan.

Sangatlah bijak jika para tokoh agama mendoakan kepada Goliat Tabuni dan kelompoknya untuk kembali ke jalan yang benar, ke jalan Tuhan, kejalan yang telah Tuhan firmankan pada Roma 13:1-8 13:1. Doakan untuk menyerahkan senjatanya, doakan untuk tidak melakukan pembunuhan serta doakan juga aparat kemananan behasil menyadarkannya sehingga Goliat tabuni tidak melakukan kekerasan kembali kepada masyarakat.

Seperti diketahui, di wilayah Papua khususnya di daerah pegunungan telah terjadi tindakan atau perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengangkat senjata secara illegal yang dikenal dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).

Mereka telah melakukan pembantaian baik terhadap warga sipil, aparatur sipil negara (ASN), maupun aparat keamanan TNI/Polri. Tak terkecuali anak di bawah umurpun menjadi sasaran kebrutalan mereka. Bahkan mereka telah menembaki pesawat-pesawat sipil yang merupakan transportasi vital dan utama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pedalaman pegunungan Papua.

Termasuk melakukan penyanderaan terhadap ribuan warga sipil di Tembagapura dan membakar fasilitas sosial berupa rumah sakit, gedung sekolah, puluhan rumah warga serta melakukan pemerkosaan terhadap petugas pendidikan di daerah pedalaman Arowanop. Menyerang dan membantai pekerja jalan yang bertugas membuka isolasi daerah pedalaman Papua agar kesejahteraan rakyat bisa merata.

Upaya penanganan khusus dalam bentuk Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgasgakkum) TNI-Polri di Papua perlu dilakukan menyusul maraknya penyerangan dan penembakan di Papua oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).

Satuan Tugas Penegakkan Hukum TNI-Polri terus melakukan pengejaran terhadap kelompok KKSB yang disinyalir berkedudukan di wilayah Mulya, Illaga, Tiom, Nduga, Tembagapura dan lain-lain. Penegakkan Hukum oleh aparat dilakukan sebagai wujud pengabdian untuk melindungi hamba Tuhan, melindungi masyarakat sesuai dengan firman Tuhan (Roma 13: 1-7. Unsur -unsur itu ialah ketaatan kepada pemerintah, bahkan kepada semua penguasa, yang ditempatkan di atas kita dan yang diberi tugas menghukum kejahatan dan ‘memuji’ mereka yang berbuat baik). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *