oleh

Suasana di Tembagapura Semakin Mencekam Setelah Korban Yang Sempat Hilang Di Temukan Tewas

-Artikel, Kriminal-2.120 views

Kitorangpapuanews.com, Tembagapura – Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafly Amar mengatakan, warga di Kampung Kimbely dan Banti masih hidup dalam sanderaan kelompok bersenjata, walaupun demikian kondisinya sangat memperihatinkan karena mendapatkan tindakan kekerasan dan pelecehan seksual dari Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM).

“Sudah 3 hari warga kedua kampung tersebut diisolasi oleh kelompok TPN-OPM yang jumlahnya hampir mencapai 200 orang, mereka memiliki kekuatan senjata sekitar 30 pucuk senjata api dan sejumlah senjata tajam seperti parang dan panah. Warga yang terisolir sendiri berjumlah sekitar 1000 orang lebih,” tutur Kapolda.

Situasi semakin mencekam disaat Martinus Beanal, warga Utikini, Tembagapura, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Selasa (7/11/2017), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasadnya ditemukan di Kampung Banti, Tembagapura, hari ini sekitar pukul 15.00 WIT.

Hal ini dibenarkan Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme (Lemasa) Nerius Katagame. “Jadi masyarakat mencari-cari, lalu mereka menemukan dia sudah mayat (meninggal),” kata Nerius, Jumat (10/11)

Anak Martinus sempat berkomunikasi lewat ponsel dan menanyakan posisi Martinus. Martinus menjawab sudah berada di Kampung Baru, yang merupakan area pengibaran bendera Bintang Kejora.

Tak berapa lama kemudian, terdengar bunyi tembakan. Komunikasi Martinus dengan anaknya pun terputus. Sejak saat itu, korban dinyatakan hilang. Pihak keluarga menduga Martinus telah menjadi korban penembakan TPN-OPM.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal saat dimintai konfirmasi terkait Martinus, yang ditemukan dalam kondisi sudah meninggal, membenarkan hal itu.

“Ya benar, Saudara Martinus Beanal telah ditemukan masyarakat dalam kondisi sudah meninggal di Kampung Utikini, Tembagapura, berdekatan dengan lokasi kamp kelompok KKB,” katanya.

Kamal mengatakan, sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar telah mengimbau masyarakat yang berdomisili di sekitar Tembagapura berhati-hati melakukan perjalanan ke beberapa desa yang menjadi isolasi kelompok kriminal bersenjata. Situasi Tembagapura dan sekitarnya tengah menjadi perhatian aparat keamanan. Masyarakat tidak ada yang berani melawan karena kelompok TPN-OPM ini menodongkan senjata dan tidak segan-segan membunuh siapa saja yang mencoba melawan.

Upaya TNI dan Polri dalam mengatasi masalah ini, TNI Polri telah menyiapkan Tim Terpadu untuk membebaskan para sandera, termasuk menempatkan posisi pasukan di kedua  kampung yang warganya mengalami penyanderaan.

“Pasukan Tim Terpadu Polri dan TNI ini sedang berupaya untuk mengambil langkah-langkah” tukasnya.

Dilain pihak, Masyarakat sangat mengharapkan tindakan cepat dari pemerintah dan aparat TNI/Polri agar tidak semakin bertambahnya korban di pihak masyarakat sipil (**)

News Feed