oleh

STOP!!! Menyerukan Bahwa PAPUA Bukanlah Bagian Dari INDONESIA

-Artikel, Kriminal, Sosial-5.630 views

Kitorangpapuanews.com, Jayapura – Masih marak saja didengungkan pemutar balikan fakta dan perusakan dan pengelabuan pola pikir dan kebenaran untuk memisahkan Papua dari Indonesia. Seperti ketidakikutsertaan pemuda Papua dalam kongres pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda, hingga ketidak absahan hasil PEPERA dan macam omong kosong dan bualan lainnya.

Hal itu lah yang menyebabkan walaupun hasil Pepera menunjukan bahwa Papua merupakan bagian yang sah dari wilayah NKRI, masalah Papua masih terus bergolak hingga saat ini. Munculnya keraguan terhadap hasil Pepera 1969 pada sebagian masyarakat di Papua mungkin dikaitkan dengan pernyataan Amir Mahmud sekembalinya dari peninjauan Pepera 1969, bahwa sebagian besar rakyat Papua belum sadar politik, maka penduduknya cukup menyebut “Soeharto, Merah Putih, dan Indonesia“.

 Papua dalam Kongres Pemuda II diadakan pada tanggal 28 Oktober 1928, yang pertama diadakan pada tahun 1926. Kongres Pemuda adalah kongres yang diadakan para pemuda dan dihadiri oleh para pemuda dari berbagai penjuru Hindia Belanda. Kongres tersebut bertujuan agar seluruh pemuda Indonesia bersatu padu mewujudkan Indonesia merdeka, maka dihasilkanlah Sumpah Pemuda.

Banyak orang, terutama dari masyarakat asli Papua sendiri, tidak mengetahui bahwa ada beberapa pemuda Papua ikut hadir dan menjadi saksi peristiwa bersejarah tersebut. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang sejarah yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Akibatnya banyak orang Indonesia tidak dapat mengetahui secara rinci siapa saja yang hadir dalam kongres yang melahirkan Sumpah Pemuda tersebut. Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh OPM untuk menyebarkan kebohongan dan memutarbalikkan sejarah dengan menyerukan bahwa tidak ada wakil dari Papua dalam peristiwa Sumpah Pemuda.

Ramses Ohee, ketua adat Tobati-Enggros, pernah mengakui bahwa orangtuanya, Abner Ohee dan Orpa Pallo, pernah turut menjadi wakil Papua dalam Kongres Pemuda tahun 1928 walau mereka tergabung dalam organisasi Jong  Ambon. Berarti dapat disimpulkan bahwa dahulu orang-orang Papua pernah sepakat untuk berikrar bertumpah darah satu, tanah air Indonesia, berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia.

Masyarakat Papua telah lama menggunakan bahasa Melayu yang kelak menjadi bahasa Indonesia bukan sejak resmi bergabung dengan Indonesia. Jadi bagi kalian para perusak dan pengacau di tanah air Indonesia tercinta ini, mulai sekarang STOP!!! menyerukan bahwa PAPUA bukanlah bagian dari INDONESIA, GO TO HELL WITH YOUR BULLSHIT. (**)

News Feed