Stop Eksploitasi Anak! Kemen PPPA Gelar Temu Partisipasi Publik Di Jayapura

oleh

Kitorangpapuanews.com, Jayapura – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A dan KB) Provinsi Papua, melaksanakan Temu Daerah Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA 2017), yang pertama kali dilaksanakan di Papua, Jumat (11/8/17) lalu.

Pada kesempatan itu, Asdep Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan Kemen PPPA, Maydian Werdiastuti, menyoroti pentingnya masyarakat peka terhadap berbagai isu perempuan dan anak.

“Temu partisipasi publik ini adalah upaya melakukan sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat untuk bisa bekerja bersama. Kami sadar, pemerintah memiliki keterbatasan untuk bisa menjangkau masalah sampai tingkat akar rumput. Jadi melalui kegiatan PUSPA ini, kami ingin membangun komitmen dan kepedulian dari lembaga masyarakat untuk bisa sama-sama melakukan pencegahan dan penanganan terkait isu perempuan dan anak,” sampai Maydian Werdiastuti, seperti dikutip dari rilis publikasi dan media Kemen PPA, yang diterima Kitorangpapuanews, Sabtu (12/8/17).

Tambahnya, output dari kegiatan diharapkan menghasilkan komitmen, persepsi, serta pemahaman publik yang benar mengenai berbagai isu perempuan dan anak.

“Jangka panjangnya melalui pertemuan ini, kami mengharapkan adanya suatu kolaborasi masyarakat untuk bergerak bersama, dengan tujuan mengatasi permasalahan terkait perempuan dan anak. Melakukannya secara bersama itu lebih efektif,” kata Maydian.

Kegiatan PUSPA ini pun mendapat sambutan baik dari pemerintah daerah Papua, yang diwakili Kepala Dinas DP3A dan KB Provinsi Papua, Anike Rawar. Menurutnya, temu publik ini dapat menjadi ruang kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam menghadapi permasalahan perempuan dan anak.

“Kami berterima-kasih kepada Kemen PPPA RI yang mau melaksanakan kegiatan ini di Provinsi Papua. Tujuan dari pelaksanaan PUSPA 2017 di Jayapura ini adalah menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di tanah Papua,” ujar Anike Rawar.

“Di Jayapura ini banyak kelompok-kelompok separatis seperti KNPB yang selalu mengeksploitasi anak untuk kepentingan politiknya, hal tersebut sangat memprihatinkan dan jelas melanggar Hak Asasi Anak serta melanggar hukum,” Ujar salah satu tokoh inspirasi Papua.

Kegiatan itu dihadiri 100 peserta terdiri dari berbagai Lembaga Masyarakat, Lembaga Agama, dan Forum Anak Papua. Pada kegiatan, ada 12 tokoh inspirasi lokal terkait isu perempuan dan anak, yang turut membagikan pengalamannya dan berdiskusi dengan seluruh peserta. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *