oleh

Stadiun Papua Barat Punya Kelebihan dari GBK, Stadion Terbaik Ke-2

-Olahraga-58 views

 

Kitorangpapuanews.com – Stadion Papua Bangkit akan menjadi venue pembukaan dan penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX bulan Oktober 2021 mendatang. Tanggal 9 Mei 2015 merupakan salah satu tanggal bersejarah di tanah Papua. Tepat 5 tahun lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meletakan batu pertama pembangunan Stadion Papua Bangkit (Spaba) di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Beberapa fakta menarik di balik kemegahan stadion kebanggan masyarakat Papua itu.

Sejak dibangun pada bulan Mei 2015 silam, stadion bertaraf internasional itu mencapai progres 100 persen pada bukan Juni 2019 lalu dengan melibatkan 1000 pekerja profesional dan lokal, dan menghabiskan anggaran APBD Papua senilai Rp 1,3 triliun.

Stadion yang berkapasitas 40 ribu penonton itu dibangun di atas tanah seluas 17.697 meter persegi, dengan luas tanah 13 hektar. Spaba digadang-gadang menjadi stadion terbaik kedua di tanah air setelah Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) dan terbaik ke 60 di dunia.

Meski menjadi yang terbesar kedua di tanah air, namun Stadion Papua Bangkit memiliki beberapa keunggulan ketimbang Stadion GBK. Spaba memiliki dua lapangan bola, satu lapangan utama dan satunya lapangan pemananasan. Serta memiliki dua lintasan atletik, lintasan di lapangan utama dan lintasan di lapangan pemanasaan.

Untuk lintasan atletik, Spaba juga diverifikasi menjadi kelas satu yang berstandar Internasional Association of Athletics (IAAF).

Dari sisi led, Spaba menggunakan 199 buah lampu yang merupakan produk Eropa yang bisa diatur mengikuti musik, dengan kekuatan pencahayaan 1.800 lux. Lampu led tersebut juga menjadi yang tercanggih di Indonesia.

Kualitas rumput, Spaba juga tak kalah dengan stadion megah di benua Eropa. Spaba juga menggunakan rumput jenis Zoysia Matrella Linnmer sesuai standar FIFA.

Stadion yang memiliki kemiripan warna dengan GBK itu juga dilengkapi dengan dua scoring board yang langsung di impor dari benua Eropa. Serta menggunakan 88 unit sound sistem yang didatangkan langsung dari Jepang.

Spaba juga telah dilengkapi dengan akses difabel, desain bangunan pun mengikuti budaya Papua. Serta menjadi ikon pembangunan dari Indonesia timur.

Selain Spaba, di area Kompleks Kampung Harapan juga dilengkapi dengan Istora dan Aquatic yang dibangun melalui Inpres PON.

Projek Manajer PT. PP Persero, Dwi Aji Wicaksono mengatakan bahwa Spaba kini tinggal menunggu peresmian Presiden Jokowi dan telah siap menjadi venue pembukaan dan penutupan PON XX 2021.

Dwi Aji juga membeberkan, untuk pekerjaan khusus pada fasilitas lainnya seperti lampu, scoring board, sound sistem dan lintasan atletik, pihaknya melibatkan tenaga kerja asing.

Sebelumnya, Mentri Pemuda dan Olahraga RI, Zainudin Amali memberikan apresiasi kepada Pemprov Papua yang sukses membangun stadion berstandar internasional.

“Saya melihat ini akan menjadi ikon olahraga baru di Indonesia setelah GBK. Karena berdasarkan standar tidak hanya standar nasional dan Asia tapi juga dunia,” ujar Zainudin saat menyambangi Spaba pada awal tahun 2020.

Menpora juga berharap, dengan hadirnya Spaba dapat merangsang lahirnya atlet-atlet handal dari bumi Cendrawasih untuk tanah Papua dan Indonesia.

“Pasca PON, Pemprov Papua harus memikirkan bagaimana bisa melaksanakan event-event nasional, bahkan internasional. Sehingga dengan adanya venue di Papua yang begitu mewah dapat menciptakan atlet-atlet yang berprestasi,” tandasnya.

Diketahui Stadion Papua Bangkit menjadi salah satu nominasi stadion terbaik versi StadiumDB. Stadion Papua Bangkit bersaing dengan 21 Stadion yang berhasil dibangun di tahun 2019.

News Feed