oleh

Sosok aksi viral gagah berani Saman genggam merah putih di Fakfak

-Artikel-707 views

Kitorangpapuanews – Sosok aksi viral gagah berani bernama Samanhudin Iha, 40 tahun, warga Fakfak,  Papua Barat. Saman dengan gagah berani lalu meneriakkan pekik merdeka, ia membawa bendera dan menggerakkan ke kanan dan kiri di tengah massa pendemo yang beringas yang mengibarkan bendera bintang kejora, simbol perlawanan pergerakan Papua merdeka

“Saya tidak takut mati untuk merah putih. Hari ini saya menangis untuk merah putih. Tete (kakek) saya pejuang, saya makan uang pejuang. Jangan dengar dorang (mereka), kita ada untuk merah putih. Merah putih jaga tolerasi torang di Fakfak,” kata Saman saat menceritakan video dirinya yang viral terkait aksi gagah berani Saman ditengah massa pendemo anti rasis yang digelar di Fakfak pada Rabu (21/8).

Aksi Saman memegang bendera merah putih akhirnya diikuti oleh massa yang lebih banyak lagi. Mulai dari anak kecil, mama-mama hingga orangtua. Mereka berlarian keliling kota sambil mengibarkan bendera merah putih. Tujuan gerakan ini hanya satu, yakni untuk massa pro Papua merdeka menurunkan bendera  bintang kejora yang juga dipegangnya

Dorang (massa pro Papua merdeka) tidak mau turunkan benderanya. Kami juga pasti lawan. Kitorang (kami semua) sama-sama keras. Sa (saya) keras, dorang (mereka) juga keras. Kitorang baku tahan bendera. Sa dan masyarakat tak mau turunkan merah putih, tapi massa merah putih semakin banyak. Massa pro Papua merdeka akhirnya kalah dan mereka lari ke pinggiran kota. Kami pukul mundur mereka keluar kota,” kata Sama mengisahkan.

Aksi Saman dan warga di Kota Fakfak tak pernah direncanakan. Warga marah, aksi unjuk rasa yang sebelumnya digagas damai menjadi brutal. Padahal kesepakatannya, demo akan berlangsung damai dan mengusung anti rasisme dan seluruh masyarakat Fakfak pasti mendukung.

Tapi rencana itu tinggal rencana. Saman menceritakan mulai pukul 09.00 WIT hari Rabu (21/8/2019), massa pro Papua merdeka sudah beringas dan membakar Pasar Thumburuni, pasar terbesar di Kota Fakfak. Massa tiba-tiba datang dari arah kota, secara brutal membakar deretan kios di Jalan Baru Kota Fakfak.

Sa lihat dorang bawa bendera bintang kejora. Pikiran saya su (sudah) tra (tidak) beres. Ada apa ini? Makanya kami lawan juga dengan bendera merah putih, sebagai simbol perlawanan kami dengan dengan dorang,” katanya.

Aksi anarki massa tak terbendung lagi,  hingga akhirnya massa merah putih membakar kantor Dewan Adat Papua (DAP) di Fakfak. “Kami menganggap DAP tak merah putih, makanya kami bakar. Terlebih disanalah  kelompok bintang kejora berkumpul,” ujar Saman.

News Feed