oleh

Soal Penutupan Bandara Sentani di Papua, Begini Penjelasan Pihak Angkasa Pura I

Kitorangpapuanews.com – Bandara Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua, telah melakukan penutupan sementara layanan bandara sejak Kamis (26/3/2020), hingga 9 April mendatang.

Penutupan bandara di wilayah Bumi Cendrawasih itu dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) usai 3 orang Papua di Kabupaten Merauke positif terinfeksi virus.

Menanggapi hal itu, PT Angkasa Pura I (Persero) Tbk alias AP I selaku pengelola bandara mengatakan tengah menunggu keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Pasalnya, penutupan bandara berada dalam kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.

“Prosesnya sedang dipastikan oleh Kemenhub. Kita mengikuti apa yang diarahkan,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dalam konferensi video, Sabtu (28/3/2020).

Sementara saat ini, Bandara Sentani memang masih ditutup untuk penumpang.

 Namun layanan logistik dan kargo masih berjalan. Dia pun mengungkap, dari 15 bandara yang dikelola AP I, hanya Bandara Sentani yang meminta adanya “lockdown” lokal sementara waktu.

 Namun untuk mencegah penyebaran virus, AP I telah mengurangi volume penerbangan di beberapa titik bandara, seiring dengan permintaan maskapai yang membatalkan penerbangannya.

 “Belum ada permintaan lagi untuk bandara. Hanya memang dari Sentani saja, tapi untuk penumpang. Logistiknya tidak. Tapi kami lagi nunggu keputusan Kemenhub,” jelas Faik.

Sebelumnya diberitakan, Bandara Sentani yang merupakan pintu masuk utama ke Papua ditutup sementara untuk mencegah penyebaran virus corona.

Kebijakan itu merupakan keputusan bersama antara Forkompinda Provinsi Papua dengan bupati dan wali kota se-Papua. “Iya, bandara tidak beroperasi sampai tanggal 9 April, kecuali angkutan barang yang mengangkut logistik, pengangkutan pasien dalam keadaan emergency, sampel swab, itu mendapat kekhususan,” ujar Kapolres Jayapura AKBP Victor Makbon, saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menyusul keputusan tersebut, Lion Air Gorup yang terdiri dari maskapai Lion Air, Batik Air, dan Wings Air menutup penerbangan domestik di Papua untuk sementara.

News Feed