Simpatisan TPN/OPM Ikrar Kembali Ke NKRI, Setelah Ditipu Oleh TPN/OPM

oleh -938 views

Kitorangpapuanews.com, Serui – Panglima Tentara Pembebasan Nasional – Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Yapen Timur Kris Nussy alias Corinus Sireri bersama anak buahnya menyerahkan diri pada Selasa (15/8/2017). Kris mengaku baru menyadari bahwa ia dan anak buahnya telah ditipu mentah-mentah oleh pihak-pihak kelompok OPM di Papua yang menyatakan perjuangan mereka akan menghasilkan kemerdekaan Papua.

“Selama ini kami ditipu. Kami capek berjuang di hutan tetapi tidak ada yang kami dapatkan, awalnya kami percaya tapi sekarang kami yakin meraka hanya menyengsarakan orang Papua saja,” ujar Kris usai menyerahkan 12 pucuk senjata kepada Kabinda Papua dan Kodam XVII Cenderawasih di bukit Wadafi kampung Mamarimp, Distrik Wadamomi, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Selasa (15/8/2017).

Kris menyebut perjuangannya selama 20 tahun terakhir tak membuahkan hasil. Perjuangannya tersebut malah hanya menuai kebencian rakyat Papua.

“Semua itu hanya tipu-tipu. Perjuangan kami selama 20 tahun tidak menghasilkan apa-apa, malah kami dibenci masyarakat kami sendiri, keluarga kami pun sengsara dengan keberadaan mereka, kami orang Papua selalu merasa tidak aman dengan adanya mereka,” katanya.

Kris menyebut dirinya memulai aksi perjuangan tersebut sejak tahun 1997. Namun dalam perjalanannya, Kris mengaku tersiksa lantaran ia harus berada di hutan dan hanya sesekali bertemu dengan keluarga akibat aksi perjuangannya tersebut.

“Saya punya maitua (istri) dan anak 6 orang tinggal di pantai kampung Mamarimp, saya pulang sekali-sekali, menyesal sekali sudah meninggalkan keluarga hanya untuk kepentingan sedikit orang saja,” sebut Kris.

Ia pun menyatakan setelah menyerahkan diri, ia berkomitmen untuk membantu pemerintah. Khususnya untuk membangun kampungnya agar lebih maju.

“Nanti saya akan ikut membantu aparat kampung untuk membangun. Anak saya laki-laki kalau bisa nanti masuk TNI, sekarang dia masih kelas 2 SMP,” tuturnya.

Lebih lanjut Kris mengatakan aksi menyerahkan diri itu bukan pertama kali dilakukan. Sebelumnya, kata Kris, ada 75 orang anak buahnya yang telah lebih dulu melakukan hal itu.

“Anak buah saya sudah dua kali menyerahkan diri, pertama 30 orang menyerahkan diri kepada Bupati Kepulauan Yapen, kedua sebanyak 35 orang juga kepada Bupati. Dan terkahir menyerahkan diri saya dengan 12 orang yang selalu mengikuti saya,” kata Kris.

Setelah menyerahkan diri, Kris pun meminta pemerintah Papua untuk memberi ia dan anak buahnya motor tempel dan mesin sensor kayu (chainsaw). Permintaan itu ia sampaikan agar anak buahnya bisa kembali hidup normal dan memiliki pekerjaan.

“Supaya anak-anak buah saya mempunyai pekerjaan, sehingga mereka bisa hidup bersama-sama dengan masyarakat di kampung Mamarimp,” tutur Kris. (**)

Comments are closed.