oleh

Siaga Satu Cegah Virus Corona di Pintu Pelabuhan dan Bandara

-Berita, Kesehatan-313 views

Kitorangpapuanews.com –  “Untuk kita di Merauke, kita juga saat ini siaga   satu. Kewaspadaan  kita dengan  Thermo  Scanner di  Bandara  yang  merupakan  pintu masuk. Setiap   orang yang  turun dari pesawat  harus melalui  alat  pengukur  suhu tersebut,’’ kata Soeprapto. Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan  (KKP) Merauke Soeprapto mengungkapkan  bahwa virus  Corona yang  telah ditemukan di sejumlah  negara  lain selain  China   telah membuat semua negara  waspada. Termasuk   Indonesia. Bahkan   Indonesia  saat ini siaga satu  untuk mengantisipasi  masuknya virus  Corona tersebut.

  Sementara   untuk pelabuhan, jelas Soeprapto,  dipasang  alat yang namanya infrared . “Kebetulan kapal-kapal yang masuk disini bukan kapal dari luar negeri tapi dalam negeri. Tapi kita tetap waspada juga, kemungkinan adanya  ABK asing begitu,’’ jelas Soeprapto.

  Bahkan, lanjut  Soeprapto untuk di perbatasan  Sota, PNG  telah  dikeluarkan  larangan  orang masuk keluar   melintas  ke  PNG. “Informasinya begitu. Tapi saya  sendiri  belum  lihat secara langsung. Cara ini  dilakukan  oleh  negara  PNG sebagai salah satu antisipasi  masuknya virus Corona  ke negaranya, meski kita sendiri   belum ada kasus.  Tapi, kalau di Skouw,  Jayapura memang sudah ada perintah tutup dari PNG. Orang dari seberang   dilarang masuk keluar ke negeranya dan sebaliknya,’’  jelasnya.

  Virus Corona, kata  Soeprapto   adalah penyakit yang memang harus diwaspadai. Karena masa inkubasinya dari virus  selama 14 hari.  Artinya, ketika  seseorang berasal  dari  negara  terjangkit  dan  belum terdeteksi,   sehingga harus dikarantina selama  14 hari  untuk  bisa mengetahui  orang tersebut sudah terinfeksi  atau belum.

  “Mudah-mudahan dengan adanya kebijakan pemerintah dengan menyetop penerbangan keluar   masuk dari negara  terjangkit, dalam hal ini China tidak ada  warga negara  kita yang  terjangkit,’’ terangnya.

   Ditambahkan, salah satu antisipasi yang dilakukan   tersebut dengan menggelar  rapat dan membentuk  tim terpadu   dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada. “Apa yang  harus  kita lakukan  ketika virus ini  masuk  ke kita. Kita sudah bagi tuas  dan SK  tinggal menunggu ditandatangani bupati  Merauke,’’ jelasnya.

     Tanpa diminta-minta  adanya  yang  kena virus tersebut, pihak RSUD    Merauke telah menyiapkan  ruang isiolasi dan  petugas  yang  khusus menangani pasien. ‘’Informasi  dari Direktur  RSUD Merauke   bahwa  untuk ruang isolasi  sudah sia termasuk petugas yang akan melakukan penanganan pasien,’’ tambahnya.

News Feed