oleh

Sherly, Siswa SD asal Papua, Tak Bisa Ikuti Ujian Nasional karena Masalah Administrasi

Kitorangpapuanews.com – Sherly Yolanda Since Tamakaimu (13) terancam tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) Sekolah Dasar (SD) di Tahun 2020

Sherly adalah murid kelas VI Sekolah Dasar Negeri 3 Pongo, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Di sekolah tersebut, Sherly adalah siswi titipan karena tak punya surat pindah dari sekolah asalnya.

Hingga Januari 2020, Sherly yang berasal dari Kabupaten Mappi, Papua, tidak terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) karena tidak memiliki identitas diri termasuk data dari sekolah asalnya di Papua. Padahal ujian nasional tinggal tiga bulan lagi.

Saat Kompas.com menemuinya di sekolah, Sherly mengaku ingin mengikuti ujian bersama dengan teman-temannya dan meminta tolong Presiden Jokowi untuk membantunya.

“Saya mau ingin sekolah. Bapak Presiden tolong bantu saya untuk ikut ujian, saya mau ingin sekolah, tolong saya,” kata Sherly, Kamis (23/1/2020).

Lahir di Papua

Sherly pindah ke Kabupaten Wakatobi pada tahun 2018 bersama orangtua angkatnya, La Bae dan Sulistia. Ia lahir pada tahun 2007 di Kampung Baru Distrik Obaa, Kabupaten Mappi, Ppaua

Karena tak memiliki surat pindah sekolah, Sherly kemudian menjadi murid titipan di SDN 3 Pongo, Wakatobi.

Saat mengetahui anak angkatnya terancam tidak bisa mengikuti ujian karena tidak memiliki data diri, Sulistia (34), orangtua angkat Sherly, berusaha menghubungi orangtua kandung Sherly di Papua.

Namun Sulistia kesulitan berkomunikasi karena jaringan telepon.

“Kami kesulitan menghubungi orangtuanya karena jaringan, kecuali mereka yang menelepon menghubungi kami. Kami tanyakan akte kelahirannya, kartu keluarga, mereka tidak tahu dan juga belum mengerti,” ungkap Sulistia.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 3 Pongo Abdul Maafi mengatakan pihak sekolah sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Wakatobi agar Sherly bisa masuk dalam daftar peserta UN tahun pelajaran 2019-2020.Mereka juga berusaha untuk melengkapi data termasuk menghubungi sekolah lama Sherly di Kabupaten Mappi.

“Upaya sejauh ini, data-data yang ada ini harus dilengkapi. Kami juga sudah konfirmasikan kepada pihak asal usul sekolah Sherly, kami sudah ambil datanya dan pihak sekolah sudah hubungi kabupaten, kami sedang menunggu,” ucapnya.

Masalah yang dialami Sherly tersebut diceritakan oleh Saleh Hanan, seorang warga di Wakatobi.

Ia membuat surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo agar membantu Sherly agar bisa ikut ujian dan melanjutkan pendidikannya.

Di dalam surat tersebut, Saleh menjelaskan orangtua Sherly tidak bisa mengurus administrasi kependudukan untuk Sherly.

“Tak ada data tentang dirinya dari sekolah asal di Papua. Tak punya akte kelahiran dan kartu keluarga. Sekolah yang sudah 2 tahun mendidik Sherly di Wakatobi sedang kesulitan menolongnya. Guru-guru, kepala sekolah, tak kuasa berhadapan dengan teknologi Dapodik,” tulis Saleh Hanan dalam surat terbukanya.

Mereka juga berusaha untuk melengkapi data termasuk menghubungi sekolah lama Sherly di Kabupaten Mappi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Sherly, Siswa SD asal Papua, Tak Bisa Ikuti Ujian Nasional karena Masalah Administrasi”, https://regional.kompas.com/read/2020/01/24/07110021/sherly-siswa-sd-asal-papua-tak-bisa-ikuti-ujian-nasional-karena-masalah?amp=1&page=2.

Editor : Rachmawati

News Feed