oleh

Setelah PNG dan Fiji menolak ULMWP, kini tokoh Papua akan melakukan dialog Jakarta-Papua untuk hancurkan ULMWP

-Artikel, Sosial-12.353 views

Kitorangpapuanews.com, Jayapura – Kesadaran masyarakat Papua terhadap gerakan separatis baik di dalam maupun diluar negeri semakin terbuka. Saat ini masyarakat mendorong para tokoh untuk berdiskusi dengan pemerintah agar mendapatkan solusi atas masalah-masalah yang terjadi di Papua selama ini, termasuk salah satunya adalah solusi untuk mengatasi gangguan-gangguan kelompok separatis baik di dalam amupun di luar negeri.

Selama ini masyarakat Papua sangat terganggu dengan kehadiran kelompok separatis ini, pasalnya semua pembangunan yang dilaksanakan pemerintah untuk kemajuan Papua selalu terganggu oleh ulah kelompok-kelompok tersebut, alasannya sangat naif dan tidak bermoral, kelompok-kelompok ini mengganggu pembangunan hanya karena ingin mendapatkan bagian dari dana pembangunan, padahal pembangunan ini sendiri untuk kesejahteraan masyarakat Papua.

Menurut Komisaris Jaringan Damai Papua (JDP) Septer Manupandu, bahwa masyarakat sudah sangat merasa tidak nyaman dengan keberadaan mereka, seringkali masyarakat menjadi sasaran pemalakan oknum kelompok separatis ini, “mereka sering memaksa meminta uang dan bahan makanan, uang yang didapatkan biasanya mereka gunakan untuk membeli minuman keras, kerja mereka selama ini hanya berpoya-poya dengan menjual isu kemerdekaan,” tuturnya.

Hal ini sudah keterlaluan, sehingga JDP dan beberapa tokoh Papua mendesak pemerintah untuk segera menyelenggarakan dialog Jakarta-Papua untuk bersinergi memberantas praktek premanisme yang menjual isu kemerdekaan yang murahan.

Setelah PNG dan Fiji yang secara tegas menyatakan bahwa Papua adalah bagian dari kedaulatan NKRI yang tidak bisa dipisahkan, saat ini para tokoh Papua sendiri yang akan mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok separatis ini. PNG dan Fiji saat ini sedang mendorong Negara-negara pasifik agar memahami kondisi Papua saat ini, bahwa Papua sudah sangat sejahtera dan memiliki taraf kebahagiaan tinggi dibawah naungan Republik Indonesia. (*)

 

News Feed