oleh

Setelah Membunuh Operator Excavator, Kini Simpatisan TPN-OPM Wilayah Nduga Serang Pos TNI

-Artikel, Kriminal-1.139 views

Kitorangpapuanews.com, Kabupaten Nduga – Air susu dibalas dengan air tuba, peribahasa yang dapat menggambarkan peristiwa penyerangan Pos TNI oleh sekelompok Pemuda yang diduga simpatisan TPN-OPM. Pasalnya, sekelompok pemuda yang berjumlah 4 orang tersebut mendatangi pos dengan maksud berkunjung dalam rangka natal dan tahun baru 2018, Senin (1/1) siang.

Kedatangan keempat pemuda tersebut disambut baik oleh anggota TNI dan disuguhi makanan khas tahun baru, lama keempat pemuda tersebut menikmati hidangan tahun baru disebuah honai yang berjarak sekitar 5 meter dari Pos TNI, dimana honai tersebut sering digunakan untuk menerima tamu yang berkunjung ke Pos TNI tersebut.

Hampir 3 jam keempat pemuda tersebut berbincang dan menikmati hidangan, sementara anggota TNI yang berada di Pos sedang melanjutkan tugasnya di Pos.

Berdasarkan keterangan dari salah satu anggota TNI, sekiranya pukul 15.40 WIT, seorang pemuda secara diam-diam masuk ke dalam Pos TNI membawa senjata tajam berupa parang, kemudian terlihat oleh anggota TNI, setelah merasa terlihat pelaku mengamuk dan langsung merusak beberapa fasilitas yang ada diantara memecahkan kaca dan melempar televisi, anggota TNI mencoba menenangkan namun pelaku justru berbalik menyerang dengan menodongkan sebilah parang.

Melihat kejadian tersebut anggota TNI yang sedang berada di dalam sebuah ruangan melepaskan tembakan peringatan ke atas untuk mengejutkan pelaku yang hendak menyerang anggota TNI yang lain, setelah beberapa kali suara tembakan terdengar, 3 orang pemuda yang masih berada diluar pos melarikan diri, namun 1 orang pelaku yang diketahui atas nama Arikenus Kogoya justru menyerang anggota TNI yang melepaskan tembakan.

Pelaku menyabetkan parangnya ke tangan anggota TNI tersebut sehingga senjata yang dipegang terjatuh karena tangan dari anggota TNI terluka parah akibat sabetan parang.

Secara spontan, karena khawatir senjata yang terjatuh diambil oleh pelaku, anggota TNI yang lain secara sigap langsung melumpuhkan pelaku dengan tangan kosong.

Akibat aksi bela diri TNI, pelaku dapat dilumpuhkan dan mengalami pingsan, setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui pelaku telah meninggal dunia.

Hal tersebut dibenarkan oleh Dandim 1702/JWY, Letkol Inf M. M. Lukas Sadipun, melalui komunikasi telpon, “Benar terjadi penyerangan oleh sekelompok pemuda terhadap Pos TNI di Distrik Kenyam Kabupaten Nduga, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan baik oleh TNI maupun pihak Kepolisian, sementara ini motif penyerangan masih didalami oleh pihak Kepolisian terhadap para pelaku,” ujarnya.

Pihak TNI akan melalukan investigasi terhadap Pos TNI tersebut, untuk menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan penyerangan tersebut.

Jika dikaitkan dengan peristiwa beberapa waktu yang lalu, juga terjadi penyerangan sekelompok simpatisan TPN-OPM terhadap aparat yang sedang bertugas menjaga pembangunan jalan di Kabupaten Nduga, penyerangan tersebut juga bermotif merebut senjata yang dipegang oleh aparat keamanan, dalam penyerangan tersebut sekelompok simpatisan TPN-OPM membunuh seorang operator excavator yang sedang bekerja dalam proyek pembangunan jalan.

Situasi keamanan saat ini di Kabupaten Nduga masih kondusif, karena TNI dan Polri secara bersinergi meningkatkan keamanan di wilayah Kabupaten Nduga serta senantiasa meningkatkan kewaspadaan secara penuh, khawatir terjadi lagi penyerangan-penyerangan yang sama. (*)

News Feed